Iklan Marjan, Ramadhan, dan PKS-an



Semangat sirup Marjan membuat tayangan iklan yang makin cinematic dan epic tentu menarik.  Ramadhan dan Marjan jadinya melekat. Alih-alih menghiraukan rasa varian sirupnya, publik lebih pilih membahas iklannya. Hasil dari konsistensi iklan itu mewujud, Marjan dan Ramadhan melekat di kepala orang Indonesia. Lintas generasi. 


Kata praktisi branding, salah satu kunci penting brand adalah positioning. Positioning menentukan peran spesifik yang ingin diisi oleh sebuah produk. Positioning menajamkan peran sekaligus membedakan produk dari kompetitornya. 


Sirup Marjan benar-benar memanfaatkan momen Ramadhan yang lekat dengan takjil dan hidangan manis untuk bertengger di minda konsumen. Iklan demi iklan konsisten mereka luncurkan untuk memperkuat positioning itu.


Kita loncat. Kalau insight ini kita tarik ke politik, tentu partai-partai politik perlu punya brand tersendiri. Yang membedakan mereka dari parpol lainnya. Baik pada level simbolik seperti logo maupun program-programnya. Baik pada level ideologi hingga aksi-aksinya.


PKS misalnya. Partai ini bergerak dilandasi nilai-nilai keislaman. Dengan titik tekan pada program pelayanan real. PKS cukup konsisten dalam menghadirkan program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Sederhananya, PKS berakar pada value Islami dengan titik tekan pada program substantif. Islami dan substantif.


Jika Islam adalah basic value, tentu Ramadhan adalah salah satu momen kunci melihat performa atau aksi PKS. Kita pakai cara simple. Coba perhatikan postingan akun Facebook resmi Partai Keadilan Sejahtera mulai dari 1 Ramadhan (19/02) hingga hari ini (19/03). Publik akan melihat bagaimana PKS terasa kental dengan values religius (keislaman) juga deretan aksi yang langsung menyentuh kebutuhan rakyat di momen Ramadhan. 


Sepanjang Ramadhan, PKS melaksanakan program seperti Musabaqah Hifzhil Quran, Ta'jil Bergizi Gratis, Dapur Ramadhan korban bencana, hingga Posko Mudik. 


Di ranah dakwah, ada serial tausyiah singkat. Langsung dari Presiden PKS, Dr. Al Muzzammil Yusuf, M. Si. Semua ini diluncurkan tanpa melupakan fungsi-fungsi PKS sebagai partai politik seperti mengawal insentif Ramadhan-Lebaran sebesar Rp 12,8 Triliun agar tepat sasaran serta mendorong pemerintah menjaga kestabilan harga dan pasokan barang selama Ramadhan. Termasuk mendorong pemerintah menghadirkan tiket pesawat yang terjangkau pemudik. PKS ikut bersuara menyikapi perkembangan mutakhir yang terjadi di skala global yakni serangan Israel-AS ke Iran. Sikap PKS sejalan dengan MUI, NU, dan Muhammadiyah yakni mengecam serangan tersebut.


Balik ke branding, tidak berlebihan jika PKS terbilang sukses memenuhi dua komponen utama positioningnya; Islami dan Substantif. Dan sama dengan Marjan, PKS tidak melewatkan momentum Ramadhan. 


~


Azwar Tahir

Posting Komentar

0 Komentar