Usia 71 Hanyalah Angka, Khomsiyah: Pengampu 12 Kelompok UPA dan Tak Absen Latansa



Usia 71 tahun tak menyurutkan langkah Ibu Khomsiyah, sesosok perempuan tangguh asal Lumajang. Di tengah derap langkah peserta Latansa M1 yang diselenggarakan Santika DPW PKS Jawa Timur, kehadirannya memancarkan cahaya inspirasi yang tak bisa diabaikan.


Seharusnya, nama beliau tercatat di barisan peserta Latansa M2 pada 13 September lalu. Namun qodarullah, musibah kecelakaan sepeda motor memaksanya untuk menepi sejenak demi pemulihan. Luka fisik nyatanya tak lantas memadamkan azamnya. Begitu kondisinya membaik, tanpa banyak keraguan beliau langsung memastikan diri hadir berpartisipasi dan berdiri kokoh sebagai peserta tertua di Latansa M1.


Semangat juang Ibu Khomsiyah tidak hanya menyala saat mengikuti kehiatan Latansa (Latihan Perempuan Siaga), tetapi mengakar teramat dalam pada jalan pembinaan. Bayangkan, di usia senjanya, perempuan luar biasa ini membuktikan dedikasinya dengan tetap setia mengampu 12 UPA (Unit Pembinaan Anggota). Dua belas kelompok halaqoh tersebut senantiasa ia bimbing dan bersamai dengan penuh cinta, kesabaran, serta keikhlasan.


Melihat jejak dedikasi Ibu Khomsiyah, rasanya tak ada lagi ruang bagi kita untuk sekadar mengeluh. Kisah keteguhannya adalah sebuah tamparan lembut bagi kesadaran kita—sebuah teladan yang semestinya membuat kita tertunduk malu ketika masih sering merangkai berbagai dalih untuk absen dari kegiatan-kegiatan pembinaan di PKS.


Beliau yang terbatas oleh usia dan rintangan fisik saja tetap memilih untuk tegak di barisan terdepan. Jika Ibu Khomsiyah tak pernah mencari pembenaran untuk berhenti bergerak, lantas alasan apa lagi yang pantas kita ucapkan untuk tidak hadir merawat semangat perjuangan ini?


Posting Komentar

0 Komentar