Di Balik Gemuruh Takbir, Ada Tangan-Tangan yang Bekerja dalam Sunyi


 


oleh: Abu Tsaqif


TAKBIR Iduladha mungkin telah usai berkumandang, tetapi semangat pengorbanan masih terasa kuat di halaman Kantor DPD PKS Kota Batam, Sabtu (30/5/2026). Di bawah langit yang teduh pada hari tasyrik ketiga, puluhan kader dan relawan tampak sibuk menunaikan satu amanah besar: mengolah hewan kurban agar manfaatnya sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.


Hamparan terpal putih membentang di halaman kantor. Di atasnya, potongan-potongan daging sapi tersusun rapi menunggu untuk dipilah. Beberapa orang duduk bersila, tangan mereka cekatan memisahkan daging, tulang, dan bagian-bagian lain agar mudah didistribusikan. Di sudut lain, suara kapak yang membelah tulang berpadu dengan percakapan hangat para relawan yang bekerja tanpa mengenal lelah.


Tak ada panggung megah. Tak ada seremoni panjang. Yang terlihat justru wajah-wajah serius yang larut dalam pekerjaan. Keringat bercampur dengan semangat gotong royong yang menjadi denyut utama kegiatan kurban hari itu.


Seorang pria berbaju oranye tampak fokus mengayunkan kapak ke atas balok kayu. Di hadapannya bertumpuk tulang dan daging yang harus dipotong menjadi bagian-bagian lebih kecil. Gerakannya terukur, seolah memahami bahwa setiap potongan yang ia kerjakan akan menjadi bagian dari kebahagiaan keluarga lain.


Tak jauh dari sana, teknologi sederhana membantu mempercepat pekerjaan. Sebuah mesin pemotong tulang berputar perlahan di tangan seorang relawan. Namun mesin itu bukan menggantikan manusia, melainkan menjadi alat pendukung bagi kerja kolektif yang dilakukan bersama-sama. Di sekelilingnya, para kader saling membantu memegang, membersihkan, hingga mengemas hasil potongan daging.


Suasana yang tercipta jauh dari kesan formal sebuah organisasi politik. Yang tampak justru sebuah komunitas yang bekerja sebagai keluarga besar. Tidak ada sekat jabatan ataupun posisi. Semua duduk sejajar di atas terpal yang sama, memegang tugas yang sama, dan berbagi tujuan yang sama.


Di tengah aktivitas itu, spanduk Idul Adha yang terpampang di latar belakang menjadi pengingat makna utama kegiatan tersebut. Bukan sekadar menyembelih hewan kurban, tetapi menghadirkan nilai berbagi dan kepedulian sosial. Kurban menjadi bahasa universal yang mempertemukan berbagai kalangan dalam satu semangat melayani sesama.


Semakin siang, tumpukan daging mulai berkurang. Sebaliknya, kantong-kantong distribusi terus bertambah. Setiap kilogram daging yang dikemas membawa harapan agar kebahagiaan Idul Adha dapat dirasakan lebih luas, menjangkau rumah-rumah yang mungkin jarang menikmati hidangan istimewa.


Bagi kader dan relawan DPW PKS Kepulauan Riau serta DPD PKS Kota Batam, hari itu bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia menjadi momentum menghadirkan makna pengorbanan dalam bentuk yang paling nyata: meluangkan waktu, tenaga, dan kebersamaan untuk melayani masyarakat.


Di balik setiap paket daging yang nantinya diterima kader dan simpatisan, tersimpan kisah tentang gotong royong. Tentang tangan-tangan yang bekerja sejak pagi. Tentang orang-orang yang memilih berkeringat demi menghadirkan senyum bagi orang lain.


Dan di sanalah esensi Idul Adha menemukan bentuknya yang paling sederhana sekaligus paling indah: berbagi rezeki, mempererat persaudaraan, serta meneguhkan bahwa pengorbanan selalu memiliki daya untuk menyatukan banyak hati.


Ketua DPW PKS Provinsi Kepulauan Riau, Suryani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan kurban tahun ini.


“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dewan Pengurus Pusat PKS, khususnya kepada anggota DPR RI, Adang Daradjatun, yang telah memberikan bantuan hewan kurban berupa satu ekor sapi kepada DPW PKS Provinsi Kepulauan Riau,” ujarnya.


Menurut Suryani, seluruh DPD PKS di tujuh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau telah melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Kegiatan yang digelar bersama DPD PKS Kota Batam menjadi penutup rangkaian kurban PKS Kepri tahun ini.


Ia menjelaskan, daging kurban akan didistribusikan kepada kader PKS serta masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Penyaluran tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.


“Insya Allah setelah proses penyembelihan dan pencacahan selesai, daging kurban akan langsung didistribusikan kepada kader dan masyarakat. Mudah-mudahan apa yang diberikan para pekurban ini membawa manfaat dan keberkahan bagi yang menerima,” katanya.


Suryani juga mengapresiasi keterlibatan para pengurus dan kader yang bergotong royong sejak proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban.


“Seperti yang kita lihat hari ini, seluruh pengurus dan kader bersama-sama turun langsung membantu proses pemotongan dan pencacahan hewan kurban. Ini menunjukkan semangat kebersamaan yang terus terjaga di lingkungan PKS,” tambahnya.


Berdasarkan data yang dihimpun DPW PKS Kepulauan Riau, total hewan kurban yang disembelih oleh seluruh struktur PKS di tujuh kabupaten dan kota mencapai 13 ekor sapi dan 36 ekor kambing.


Suryani berharap jumlah hewan kurban yang berhasil dihimpun dapat terus meningkat pada tahun-tahun mendatang sebagai bentuk kontribusi nyata kader, pengurus partai, dan anggota legislatif PKS kepada masyarakat.


“Mudah-mudahan tahun depan jumlah hewan kurban yang dapat dihimpun semakin meningkat. Ini menjadi bukti kontribusi seluruh struktur, anggota legislatif, dan kader PKS dalam berbagi manfaat kepada masyarakat,” tuturnya.***

Posting Komentar

0 Komentar