Catatan Penting Kondisi Ketenagakerjaan di Kepri dari Mantan Buruh Kawasan Muka Kuning

Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kepulauan Riau, Suryani, menyampaikan sejumlah catatan penting terkait kondisi ketenagakerjaan di daerah dalam momentum peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang diperingati setiap 1 Mei.


Suryani yang juga pernah bekerja di kawasan industri Muka Kuning Batam menilai masih banyak persoalan yang dihadapi para pekerja, khususnya di Kepulauan Riau.


Menurutnya, salah satu persoalan utama adalah sistem outsourcing yang hingga kini masih menyisakan berbagai kerugian bagi pekerja, baik dari sisi kepastian kerja maupun perlindungan hak.


Selain itu, ia juga menyoroti persoalan upah yang dinilai masih rendah di berbagai sektor. Suryani menegaskan bahwa kebijakan terkait pengupahan seharusnya mampu meningkatkan taraf hidup pekerja dengan memperhatikan keseimbangan antara upah dan kebutuhan hidup layak.


“Upah yang diterima pekerja harus mampu memenuhi kebutuhan hidup yang layak. Ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan pelaku usaha,” ujarnya.


Lebih lanjut, Suryani menyoroti aspek keselamatan kerja yang masih menjadi perhatian serius. Ia mengungkapkan tingginya angka kecelakaan kerja, terutama di sektor galangan kapal di kawasan Tanjung Uncang, Batam, di mana kerap terjadi secara berulang di satu perusahaan.


Tak hanya itu, ia juga menyinggung tingginya kasus perdagangan manusia (trafficking) yang melibatkan pekerja migran lintas negara. Menurutnya, posisi geografis Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan negara lain menjadikan wilayah ini rentan terhadap praktik tersebut.


Dalam momentum Hari Buruh ini, Suryani berharap adanya langkah konkret dan tegas dari seluruh pemangku kepentingan untuk memperbaiki sistem ketenagakerjaan yang ada.


“Perlu ada perbaikan yang serius dan berkelanjutan agar berbagai persoalan ini dapat ditekan, sehingga para pekerja mendapatkan perlindungan dan kesejahteraan yang lebih baik,” ujarnya.


“Momentum May Day ini harus menjadi refleksi bersama agar ke depan sistem ketenagakerjaan kita lebih adil, aman, dan menyejahterakan,” tutupnya.

 

Posting Komentar

0 Komentar