Meneruskan Perjuangan Sang Murabbi...

 



oleh: Salman Izzuddin


Bagiku yang lahir dari rahim seorang yang 'tarbiyah' merupakan suatu anugerah yang tak semua orang bisa rasakan.

Lahir dari mereka yang memperjuangkan jamaah, gerakan dan tarbiyah sebenarnya terasa begitu susah. Ntah kenapa tekanannya terasa begitu berat membawa nama baik dan izzah kedua orang tua... 

Awalnya saya sama seperti anak kader yang lain, membenci gerakan ini, ogah untuk melanjutkan perjuangan abi ummi kami, bahkan untuk liqo/upa pun saya sempat tak mau... 

hal tersebut disebabkan karena kedua orang tua kami begitu banyak menghabiskan waktu diluar, lebih banyak menghabiskan waktu dan tenaga nya untuk Ummat dan masyarakat, kami sebagai anak hanya sebagai pengisi waktu luang mereka ketika sedang tak mengurus hal diluar rumah... 

Bahkan kami pun menjadi saksi, ketika mereka sedang sakit atau tak enak badan. Mereka tetap memaksakan diri untuk tetap mengisi kajian ataupun liqo itu dengan alasan yang sama setiap waktu nya. 

"Ini amanah umi dan abi nak"

Hal tersebut mungkin jadi tanda tanya ketika kami kecil, kenapa si sampai begitu nya? Apasi yang mereka cari? Apasi tujuan mereka sampai melewati batas kemampuan dirinya? Yang bahkan sampai mengesampingkan kesehatan bahkan anak anaknya di rumah... 

Seiring waktu, pertanyaan tersebut perlahan mendapati jawabannya... 

Diriku yang menjadi saksi perjalanan hidup sampai akhir hayat mereka perlahan mendapatkan jawaban yang selama ini tertanam di hati dan pikiranku... 

Akhir kehidupan yang bahagia... 

Perjuangan untuk mendapatkan Ridho Allah... 

Menebarkan kebaikan hingga akhir hayat.. 

Dan memastikan bahwa ajaran islam yang rahmatan lil alamin ini terus berlanjut.. 

Kurang lebih seperti itu jawaban yang saya temukan selama ini....

Butuh waktu hampir 21 tahun buat mendapatkan alasan untuk MELANJUTKAN PERJUANGAN ummi dan abi ini. Dan saat ini pun saya memutuskan, bahwa perjuangan mereka harus tetap berlanjut. Karena kebaikan ini tak boleh berhenti ketika mereka telah tiada di dunia ini, kebaikan yang mereka ajarkan harus tetap jalan dan selama tetap berjalannya kebaikan yang mereka ajarkan, selama itulah pahala mereka tetap mengalir walau jasadnya sudah tidak dunia ini lagi... 

Barakallah fiikum.. 

Selamat milad ke 24, keluarga kedua ku.... 

Harapannya tetap menjadi Partai yang mementingkan kemaslahatan umat dan negara, dan melahirkan Generasi penebar kebaikan sebagaimana tujuan utama dari gerakan ini... 

Dari aku, 

yang memutuskan untuk melanjutkan perjuangan!


Penulis adalah sekretaris GK Sulteng, putra ketiga dari almarhum Muh. Ali lamu dan almarhumah Erni Yulianti (generasi pertama PKS di Sulteng).

Posting Komentar

0 Komentar