Product Branding: Maksimalkan "Penjenamaan" Minimalkan "Diem-Diem Bae"



Di era sekarang ini, penjenamaan atau branding menjadi satu hal yang penting. Branding diri (personal branding) atau branding produk (product branding), terutama jika kita memiliki produk yang ingin dipasarkan. Bagi calon pengusaha pun, belajar soal branding produk jelas menjadi suatu keharusan agar pasarnya jelas dan produknya berterima. 


Marketing itu juga bisa diibaratkan dakwah. Seorang pendakwah, membawa misi mulia menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat. Dalam kegiatan dakwah, para Dai Daiyah, perlu belajar menyentuh hati jamaah (umat) agar semakin mengenali ajaran Islam yang dianutnya. Begitupun aktivis dakwah di Partai Keadilan Sejahtera. Bayangkan saja, jika semua diem-diem bae, ibaratnya, maka tidak akan ada yang tahu partai ini eksis dan latar belakang apa yang membawa partai ini akhirnya menjadi bagian dari dunia politik Indonesia hingga saat ini.


Begitupun branding produk atau penjenamaan produk. Jika tidak dipasarkan, maka orang tidak akan pernah tahu kita jualan apa? Selain karena tidak dipasarkan, apabila produk tersebut tak punya sisi menarik juga sisi manfaat, sama saja tidak akan terjual. Oleh karena itu, anak-anak muda di Pondok Gede ini akhirnya membuat sebuah webinar bertajuk "Product Branding" tips Jitu Agar Jualan Kamu Laku" pada Sabtu (6/11/2021). 


Anak-anak muda asuhan Rumah Keluarga Indonesia Pondok Gede Kota Bekasi ini menghadirkan narasumber muda seorang desainer grafis Bank Indonesia bernama Ilfi Tanzila dan Keynote Speaker, Anggota Komisi V DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary. 


Soal branding dan dakwah ini, Latu Har Hary sempat menyinggung sedikit bahwa marketing itu ibarat dakwah. 


"Marketing sama juga dengan berdakwah. Ada sebuah buku dari Syekh Abbas Asyisya berjudul "Bagaimana Menyentuh Hati". Buku ini cocok untuk marketing. Dapat dipakai bagaimana marketing bisa menyentuh hati konsumen, bagaimana caranya?

Bisa dari dakwah, bisa dari learning by doing," jelasnya. 


Oleh karena itu ia berpesan kepada para peserta webinar agar memiliki tujuan sebagai market leader, bukan hanya sebatas followers. 


"Jangan jadi follower, jadilah pencipta yang akan membuat sebuah terobosan agar bisa maju." Tukasnya. 


Dalam kesempatan tersebut, narasumber Webinar Ilfi Tanzila banyak menyampaikan trik dan tips seputar penjenamaan. Dari contoh-contoh produk terkenal di pasaran, Ilfi coba membawa para peserta berpikir tentang tujuan penjenamaan atau branding ini, salah satunya bahwa ketika satu merek produk disebut, maka pikiran konsumen akan langsung terbayang segala sesuatu tentang produk itu, mulai dari tagline hingga keunikannya. . 


"Kenapa harus ada Brand ?

"people have too many choice, so little time a brand is a short cut for buying decision", kata Ilfi yang juga lulusan ITB tahun 2014 ini. 


Brand, kata Ilfi àdalah semacam alat bantu untuk para konsumen untuk memilih. kekuatan brand dapat membuat konsumen memilih barang tersebut walau harga 2 kali lipat lebih mahal dari brand yang biasa dengan rasa yang sama "brand is everything". "Karena brand yang sudah terpercaya dan konsumen sudah banyak memilih, maka pemilik bisa membuat harga lebih mahal," jelasnya. 


Untuk lebih berkembang dan menghasilkan value maka dibutuhkan brand. Packaging, desain, pengemasan yang baik serta tampilan ingredients mempengaruhi sebuah brand.


"Yang pasti dari penjenamaan muncul persepsi, lantas muncul rasa percaya lalu memunculkan cinta hingga konsumen rela membeli semua jenis produknya," tukasnya.



Oleh karena itu, kata Ilfi, bagaimana cara membangun penjenamaan,

Minimal harus bisa membuat inovasi yang menarik.


"Maka kesimpulannya, branding harus konsisten. Mereka akan memilih apa yang mereka ingat.

Bantulah konsumen untuk memilih produk dengan branding yang kuat.

Semoga kita bisa menentukan produk branding apa yang mau kita buat," pungkasnya. (An/iwheil)

Posting Komentar

0 Komentar