Gelar Suka-Suka



Bapak ini sering dipanggil Sutan Mudo. Nama sebenarnya adalah Hasan. Asli orang Minang. Kampungnya di Kabupaten Agam, tepatnya di Kecamatan Matur.


Beliau baru saja pindah ke Jakarta. Mencoba mengadu nasib dan penghidupan. Kata orang, kalau sudah merantau ke Jakarta atau kota besar bisa jadi orang kaya.


Dengan modal tabungan selama menjadi sopir di Agam, Sutan Mudo membeli sebuah rumah di pinggiran kota Jakarta. Di komplek perumahan itu berbagai jenis profesi ada di  sana. Ada yang dosen, guru, pengacara, dokter dan lain-lain.


Beberapa hari tinggal di komplek tersebut, Sutan Mudo memperhatikan setiap rumah memiliki merek pemilik rumahnya. Lengkap dengan gelar dan nama. Ada yang pakai DR, Prof,  Dr, SH dan lain-lain.


Melihat kondisi tersebut, maka Sutan Mudo pun memasang plang namanya di depan rumah. Tentu maksudnya agar tetangga dan tamunya dapat mengenal rumah dan pemiliknya. Terpasanglah merek: DR. H. SUTAN MUDO, MSc, MA.


Suatu hari, kawan Sutan Mudo datang dari kampung ke Jakarta. Diundangnyalah kawan tersebut ke rumahnya. Sesampai di depan rumahnya, kawannya heran membaca plang nama Sutan Mudo yang penuh dengan gelar-gelar mentereng.


Setelah duduk di ruang tamu, kawan tadi sangat penasaran dengan gelar Sutan Mudo tersebut. Ia langsung bertanya: "Sejak kapan Angku (engkau) dapat gelar Doktor?, Padahal di kampung kerja Angku dulu hanya sopir. Tidak pernah kuliah S1 apalagi sampai S3. Bahkan sudah haji pula."


Dengan tenang Sutan Mudo menjawab: "Itu semua adalah singkatan, bukan gelar. Yaitu singkatan dari: Disini Rumah Hasan Sutan Mudo, Mantan Sopir Camat Matur. Disingkat menjadi DR. H. Sutan Mudo, MSc, MA.


😃🤣😅


(Kisah dan nama adalah fiktif, tidak terkait dengan seseorang) 🤭🤭


Irsyad Safar 

Posting Komentar

0 Komentar