Masa Pandemi, Ibu-Ibu Indonesia Berubah Jadi Wonder Woman




Oleh : Ummi Salamah, S.Pd

Ketua Sub Bidang Ketahanan Keluarga BPKK DPC PKS Jatisampurna Kota Bekasi


Menjadi seorang ibu bukanlah hal yang mudah, karena ia harus bisa memikul beban dan tanggung jawab yang berat.


Mengapa demikian? 


Karena seorang ibu dituntut untuk bisa mengurus semua urusan rumah tangga dari pagi hingga pagi berikutnya, 24 jam non stop. πŸ™„πŸ™„


Dalam kesehariannya, banyak peran yang harus ia mainkan.


Guru


Ia harus bisa berperan sebagai guru buat anak- anaknya. Bukankah dalam Islam disebutkan bahwa "Ibu adalah madrasah al ula" Ibu adalah sekolah pertama. Jadi ibu adalah guru pertama buat anak-anaknya sebelum mereka mendapatkan pendidikan dan pengajaran dari guru-guru yang lainnya.


Seorang ibu akan mendidik dan mengarahkan anak-anaknya kepada jalan-jalan kebaikan, melatih anaknya dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik, menerapkan gaya hidup yang akan berdampak positif buat kehidupan anaknya dimasa yang akan datang.


Misalnya, bagaimana dia bisa membiasakan anak-anaknya bangun pagi untuk sholat subuh. Dia juga berusaha memberikan pengertian dan teladan dalam hal kebersihan, karena kebersihan merupakan pangkal dari kesehatan.


Dokter


Seperti saat ini dimana pandemi covid-19 sedang mewabah dimana-mana, tak akan ada hentinya ia mengingatkan seluruh anggota keluarga untuk menjaga dirinya dan yang lain dengan mematuhi protokol kesehatan diantaranya; 


- Memakai masker ketika harus keluar rumah.


- Rajin mencuci tangan dengan sabun.


-  Memakai handsanitezer.


-   Menjauhi kerumunan dan  menjaga jarak dengan orang lain.


Satgas Covid-19


Dia akan gelisah, ketika tidak ada persediaan masker, dan pasti ia akan mencoba membuatnya sendiri jika memang masker yang dijual tidak tersedia. Masih banyak usaha-usaha lain yang akan dilakukan demi terjaganya kesehatan seluruh anggota keluarga.


Ahli Gizi


Ia akan menjadi koki sekaligus ahli gizi terbaik buat keluarganya.


Ia akan memutar otaknya untuk memilih menu apa yang akan dimasaknya, tentu saja menu yang bisa menggugah selera, yang tidak hanya lezat rasanya tapi bergizi dan dihidangkan dengan tampilan yang menarik.


Manajer


Dimasa pandemi ini, anggota keluarga akan sering berkumpul di rumah, karena Ayah WFH (work from home) bekerja di rumah, anak-anak sekolah pun PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) meraka belajar secara daring dari rumah.


Hal yang diluar kebiasaan dari sebelumnya, Ibu akan berusaha membuat semua penghuni rumahnya betah dan nyaman. 


Disini ia akan berperan untuk menyatukan karakter ayah dan anak-anaknya agar bisa bersinergi berkumpul dan menjalankan aktifitas bersama-sama. 


Ibu akan mengatur  pekerjaan rumah yang  tampak sepele, menyapu, mengepel, mencuci baju, piring dan lain sebagainya. Sehingga semua anggota keluarga berperan untuk dapat menciptakan suasana Stay at Home  yang nyaman dan menyenangkan.


Perawat Senior


Disaat-saat tertentu, dikala ada anggota keluarganya yang sakit, seorang ibu juga dengan sigap berperan bagai seorang perawat senior, yang setiap saat mengecek perkembangan kesehatan pasiennya.


Perencana Keuangan


Seorang ibu juga akan berfikir keras tentang pengaturan pengalokasian keuangan keluarga, ia akan membagi kebutuhan mana yang jadi prioritas sehingga akan dipenuhi terlebih dahulu.


Yaahh...!

Begitu komplek dan rumit peranan ibu didalam rumah tangganya, yang semua peran itu harus ia lakonkan dengan penuh keikhlasan, penuh cinta dan kasih sayang, tanpa ada keluhan! 


Perancang Jalan ke Akhirat


Ia ingat betul apa yang dilakukan akan berbalas dengan terhindarnya ia dari jilatan api neraka.



"Barangsiapa yang mendapat cobaan dan menderita karena mengurus anak-anaknya, kemudian ia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anaknya akan menjadi penghalang baginya dari jilatan api neraka." (HR Bukhari, Muslim, dan Turmudzi).


Pantas saja kalau Rasulullah menyuruh kita untuk berbuat baik tiga kali lebih besar kepada ibu dibanding bapak.


“Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakan aku harus berbakti pertama kali?’. Nabi SAW menjawab, ‘Ibumu’. Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’, Nabi SAW menjawab ‘Ibumu’.


Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’, beliau menjawab ‘Ibumu’. Orang tersebut bertanya kembali, ‘ Kemudian siapa lagi,’ Nabi menjawab ‘Kemudian ayahmu’” (HR. Bukhari dan Muslim).


Demikian mulianya kedudukan seorang ibu di dalam agama Islam.


Karena....


Semua peran yang dimainkan, ia persembahkan sebagai garda terdepan pelindung keluarganya.


πŸŒ·πŸ’πŸŒ·πŸ’πŸŒ·πŸ’πŸŒ·

Posting Komentar

0 Komentar