Suasana tenang menyelimuti tempat berkumpulnya puluhan anggota PKS yang beragama Islam di Papua Barat Daya sejak Ahad pagi. Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPTW PKS) Papua Barat Daya menyelenggarakan Daurah Al-Qur'an—sebuah ruang pembinaan spiritual yang dirancang intensif dari pagi hingga sore hari. Sebanyak 50 peserta yang datang dari Kota Sorong, Kabupaten Sorong, dan Kabupaten Sorong Selatan hadir dengan semangat yang sama: menundukkan hati dan memperdalam keterikatan mereka dengan kitab suci.
Agenda dibuka langsung oleh Ketua DPW PKS Papua Barat Daya, Dr. H. Syaiful Maliki Arief. Di hadapan para peserta, Syaiful menggarisbawahi pentingnya membangun kedekatan yang konsisten dengan Al-Qur'an. Bagi kader, kedekatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan fondasi utama pembentuk kepribadian dan moralitas di tengah cepatnya dinamika kehidupan bermasyarakat.
Sepanjang hari, ruang daurah diisi dengan interaksi yang hidup dan mendalam. Pembekalan terstruktur berfokus pada dua hal mendasar: membakar kembali motivasi diri untuk terus belajar (ziyadatur raghbahi) dan merapikan serta menyempurnakan tata cara membaca Al-Qur'an (tahsin) sesuai kaidah tajwid. Di bawah bimbingan Ustadz Iswanto Jawas—Ketua Dewan Syariah PKS PBD—bersama tim pengajar lainnya, para peserta diajak menyatukan teori, motivasi spiritual, dan praktik bacaan secara langsung. Momentum ini sekaligus menandai digulirkannya program pengarusutamaan Al-Qur'an dalam keseharian kader di Papua Barat Daya.
Saat mentari mulai menggelincir ke ufuk barat, rangkaian acara memasuki sesi penutupan yang dipimpin oleh Ketua Bidang Pembinaan Kader dan Anggota (BKAP) PKS Papua Barat Daya, Kandhi Tilwidani Renleeuw. Dengan penuh penekanan, Kandhi menyampaikan arah gerak dan target besar yang harus diemban para peserta seusai pelatihan ini.
"Kami menargetkan seluruh rangkaian program pengarusutamaan Al-Qur'an ini dapat terselesaikan dengan tuntas dalam kurun waktu enam bulan ke depan. Lebih dari sekadar peningkatan kapasitas internal, output utama yang kami harapkan adalah setiap kader mampu meluaskan kebermanfaatan ini dengan menjadi pengajar dan pilar dakwah Al-Qur'an bagi masyarakat di lingkungan masing-masing," tutur Kandhi tegas.
Daurah hari itu pun usai, melahirkan langkah-langkah baru bagi para peserta. Melalui ikhtiar ini, PKS Papua Barat Daya terus berupaya menempa kader-kader yang tidak hanya memiliki integritas sosial dan politik di tengah masyarakat, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai spiritual Al-Qur'an.



0 Komentar