Ratusan Pasang Sepatu, dari Gaji Bupati untuk Anak Purbalingga



Setiap pagi, Zahra Ahira (12) harus berjalan kaki 30 menit membelah perbukitan Karangjambu yang terjal menuju SDN 1 Sanguwatang. Sejak ayahnya wafat setahun lalu, keterbatasan ekonomi tak menyurutkan langkah siswi kelas VI ini untuk tetap rajin sekolah.

Kisah serupa dialami teman sekelasnya, Arman Maulana. Ia saban hari berjalan kaki tiga kilometer melewati hutan pinus dan pematang sawah. Sepatu satu-satunya yang ia miliki sudah rusak parah—solnya berlubang dan kerap membuat kakinya kesakitan saat menginjak batu. Namun, Arman tak punya pilihan lain.

Perjuangan Zahra dan Arman memantik kepedulian Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif. Melalui gerakan "Sepasang Sepatu, Sejuta Harapan", sebanyak 126 pasang sepatu baru dibagikan kepada siswa SD di Karangjambu yang senasib dengan mereka. Menariknya, seluruh pendanaan program ini bersumber langsung dari kantong pribadi—menggunakan gaji dan tunjangan sang Bupati.

"Jangan pernah berkecil hati. Selalu yakin, dengan semangat tinggi dan kerja keras cita-cita adik-adik bisa tercapai," ujar Fahmi menyemangati para siswa. Ia menegaskan, sepatu ini adalah simbol bahwa tidak boleh ada anak yang putus asa hanya karena miskin harta.



Gerakan ini sekaligus menjadi jembatan menuju Program Purbalingga Gotong Royong yang akan bergulir masif mulai Oktober 2026. Program tersebut nantinya menyasar bantuan perlengkapan sekolah, renovasi rumah tidak layak huni, hingga sanitasi.

Kepala SDN 1 Sanguwatang, Nunung Nur Happy, tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya. Selain sepatu baru yang mendongkrak rasa percaya diri anak-anak, Bupati Fahmi juga memberikan beasiswa khusus untuk Arman Maulana.



Bagi sebagian orang, sepasang sepatu mungkin benda biasa yang akan usang. Namun bagi anak-anak Karangjambu, sepatu baru itu adalah kawan setia yang siap menemani langkah kaki mereka menjemput masa depan.

Posting Komentar

0 Komentar