Oleh: Suryani, S.E., M.I.Kom. (Ketua DPW PKS Kepri)
Memasuki usia ke-24, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusung tema besar “Milad Berdaya: Ekonomi, Pangan, dan Energi” sebagai arah perjuangan ke depan. Tema ini hadir di tengah dinamika global yang penuh tantangan, mulai dari konflik geopolitik hingga ketidakpastian ekonomi dunia yang turut berdampak pada Indonesia, termasuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Sebagai wilayah strategis yang berada di jalur perdagangan internasional dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, Kepri memiliki posisi penting sebagai gerbang ekonomi nasional sekaligus beranda terdepan Indonesia. Peran ini menjadikan Kepri bukan sekadar gugusan pulau, tetapi simpul utama dalam perdagangan, industri, dan konektivitas global.
Dalam konteks tersebut, semangat “berdaya” yang diusung PKS menjadi relevan, terutama dalam mendorong kemandirian di tiga sektor utama: ekonomi, pangan, dan energi.
1. Sektor Ekonomi
Kepri dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan nasional dengan kawasan industri di Batam, Bintan, dan Karimun yang menopang aktivitas manufaktur dan logistik. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan seperti ketergantungan terhadap investasi asing, ketimpangan pembangunan antarwilayah, serta belum optimalnya pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui momentum Milad ke-24, PKS mendorong penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Langkah konkret yang diusulkan antara lain pengembangan UMKM maritim, penguatan industri kreatif berbasis kearifan lokal, serta percepatan digitalisasi ekonomi rakyat. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
2. Sektor Pangan
Kepri memiliki potensi kelautan yang melimpah, baik dari perikanan tangkap maupun budidaya. Potensi ini seharusnya dapat menjadikan Kepri sebagai salah satu lumbung protein nasional.
Namun kenyataannya, ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah masih cukup tinggi.
Kondisi ini dipandang sebagai tantangan sekaligus peluang. PKS menilai kemandirian pangan di Kepri perlu diwujudkan melalui penguatan kapasitas nelayan, modernisasi alat tangkap, pengembangan budidaya laut, serta hilirisasi produk perikanan.
Dengan langkah tersebut, diharapkan ketahanan pangan daerah dapat diperkuat sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional.
3. Sektor Energi
Tantangan khas wilayah kepulauan masih menjadi perhatian, terutama terkait pemerataan akses listrik di pulau-pulau. Ketergantungan pada energi fosil juga dinilai belum menjawab kebutuhan jangka panjang.
Padahal, Kepri memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan seperti energi surya, angin, dan energi laut. PKS memandang pengembangan energi bersih berbasis potensi lokal sebagai solusi strategis, tidak hanya untuk memastikan pemerataan akses energi, tetapi juga sebagai bagian dari transisi menuju sistem energi nasional yang berkelanjutan.
Momentum Milad ke-24 ini menjadi refleksi sekaligus proyeksi bagi PKS bahwa perjuangan politik tidak berhenti pada kontestasi elektoral, tetapi harus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Ketahanan ekonomi, pangan, dan energi di Kepri dipandang sebagai miniatur dari cita-cita besar Indonesia untuk menjadi bangsa yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing.
Dari wilayah terdepan seperti Kepulauan Riau, semangat optimisme terus digaungkan bahwa kemandirian nasional bukan sekadar wacana, melainkan tujuan yang terus diperjuangkan bersama.


0 Komentar