![]() |
| Foto oleh: Joe PKS Sulsel |
oleh: Kasman, S. Kom.
Sekretaris DPW PKS Sulawesi Selatan
Bagi kader PKS, politik bukan sekadar kompetisi kekuasaan, melainkan jalan perjuangan untuk menghadirkan kemaslahatan. Dalam konteks ini, permainan catur memberi pelajaran berharga tentang bagaimana strategi dijalankan tanpa kehilangan nilai.
Dalam catur, pembukaan bukan tentang menyerang secepat mungkin, tetapi tentang menata posisi dan menguasai pusat permainan. Demikian pula PKS sejak awal berdiri: fokus pada penguatan struktur, pembinaan kader, dan kerja-kerja pelayanan masyarakat. Strategi ini mungkin tidak selalu terlihat spektakuler, tetapi terbukti memberi daya tahan jangka panjang.
Catur juga mengajarkan bahwa pion—bidak paling sederhana—justru sering menjadi penentu kemenangan. Dalam PKS, pion itu adalah kader akar rumput. Mereka yang setia hadir di tengah masyarakat, bekerja tanpa sorotan, dan istiqamah dalam dakwah serta pelayanan. Dari merekalah kekuatan sejati partai dibangun. Tidak berlebihan jika dikatakan, soliditas kader adalah kunci utama keberlanjutan perjuangan PKS.
Setiap langkah dalam catur mengandung risiko dan konsekuensi. Begitu pula dalam politik. PKS dikenal dengan kehati-hatiannya dalam bersikap dan berkoalisi. Sikap ini bukan bentuk keraguan, melainkan cerminan dari prinsip berpikir panjang dan bertindak bijak. Politik reaktif mungkin memberi keuntungan sesaat, tetapi politik berbasis nilai menjaga kepercayaan umat dalam jangka panjang.
Di fase tengah permainan, catur menuntut kesabaran, pengendalian emosi, dan kesiapan berkorban. PKS pun sering berada pada posisi ini—menghadapi tekanan, fitnah, dan dinamika politik yang keras. Namun kader PKS diajarkan untuk tetap taat pada pimpinan, menjaga adab dalam perbedaan, dan tidak keluar dari koridor akhlak. Mundur satu langkah demi menjaga prinsip bukanlah kekalahan, melainkan strategi.
Pada akhirnya, endgame dalam catur dimenangkan oleh ketekunan dan kerapian langkah. Bagi PKS, kemenangan sejati bukan hanya soal kursi dan jabatan, tetapi tentang keberlanjutan dakwah, istiqamah dalam jamaah, serta hadirnya kebijakan yang berpihak pada rakyat. Inilah makna politik sebagai ibadah—berjuang sampai akhir dengan niat yang lurus dan cara yang benar.
Catur mengajarkan kita bahwa strategi tanpa akhlak akan rapuh. Dan PKS membuktikan bahwa politik dengan nilai, meski tak selalu mudah, adalah jalan yang paling bermartabat. Sebab dalam perjuangan, yang paling penting bukan sekadar menang, tetapi menang dengan cara yang diridhai Allah.


0 Komentar