Oleh: Azwar Tahir
Mesin politik PKS jalan terus. Yang terbaru adalah penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) yang merupakan follow up dari Musyawarah Wilayah (Muswil). Kerapian gerak seperti ini menunjukkan PKS punya sistem organisasi yang efektif. Semoga bertahan dan meningkat terus.
Siang itu, DPD PKS Luwu Timur akan ikut dalam simfoni Musda PKS. Acara digelar lebih awal karena di hari Jumat, Bupati Luwu Timur, Bapak Ir. H. Irwan Bachri Syam, ST., IPM mengkonfirmasi bisa hadir. Ruangan sudah tertata rapi. Seorang "ummahat", demikian biasa diistilahkan di internal PKS tiba lebih awal dari peserta lain, bergerak cepat, menata beraneka produk. Di samping meja registrasi. Tak ketinggalan banner jualan. Beliau tampak senang tatkala staf Wisma Trans Malili, lokasi acara, memberikan taplak meja.
Namanya Megaria, S.Ag. Salah seorang tokoh perempuan PKS Luwu Timur. Namanya masuk surat suara Calon Anggota Legislatif (Caleg) pemilu lalu dan yang sebelumnya. Meski memang belum ditakdirkan tembus duduk di kursi Dewan.
Beliau punya spirit entrepreneurship yang kuat. Punya kontrakan beberapa petak. Juga sudah lama menjadi agen di salah satu MLM Islami yang punya networking senasional.
Siang itu, Bu Mega akan dilantik sebagai Ketua MPD PKS Luwu Timur. Di pembacaan SK Musda nama beliau pertama disebutkan. Ini amanah baru. Di periode sebelumnya Bu Mega didapuk sebagai Kabid Kaderisasi PKS Lutim.
Saya mengambil foto beliau. Dan membagikannya di salah satu WAG Anggota PKS Sulsel. Salut dengan jiwa kewirausahaannya. Teringat pesan Ustadz Irwan Waji, Kabid Kaderisasi DPW PKS Sulsel periode sebelumnya tentang anjuran berbisnis meski seseorang telah kaya. Dari situ, Pak Anwar Faruq, Ketua DPW PKS Sulsel yang baru, masuk menimpali. Bahwa beliau juga masih berbisnis laptop, hehe.
Qodirun ‘alal Kasbi. Demikian bunyi petuah tak lekang zaman itu. Tentang kemampuan untuk bekerja dan berpenghasilan secara mandiri.
~
Azwar Tahir


0 Komentar