Diceritakan oleh: Taufik Hidayat/Opick (Koordinator Saksi PKS untuk TPS Khusus Lembaga Pemasyarakatan Way Huwi, Lampung Selatan)
Jadi saya ditugaskan menjadi koordinator saksi (korsak) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk 7 TPS Khusus dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan, Lapas Narkotika, dan di Rumah Tahanan (Rutan) serta di Institut Teknologi Sumatera (Itera) di Way Huwi, Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan.
Saya mengantar teman-teman saksi tiba di lokasi Lapas pukul 06.35. Masih sepi sekali.
Berturut-turut pagi nganter snack pagi, lalu makan siang dan kopi, terakhir waktu nganter makan malam dan snack sempat ngobrol dengan saksi dari PDIP dan penjaga lapas. Penjaga Lapas bilang, "Wah, enak ya saksi dari PKS diperhatikan bener-bener. Mulai dari kemarin korsaknya nyari info soal TPS sampe bolak balik nganter konsumsi. The best-lah PKS ini."
Saksi yang dari PDIP juga bilang begitu, "Iya, Pak. Saya iri loh, partai kita mah mana ada. Saya aja datang sendiri, ngambil konsumsi harus ke posko, atau beli sendiri. Enak bener ya jadi saksi PKS."
Sekitar jam 21.25 saya ke lapas perempuan, ketemu dan ngobrol dengan bu Polwan, beliau memuji PKS juga. "Hebat ya, Pak PKS ini. Konsumsinya makmur. Tadi siang saya ketemu petugas PKS di TPS lain juga lagi nganterin konsumsi. Perhatiannya itu loh sangat luar biasa PKS pada saksi-saksinya."
Kami beres perhitungan di Lapas terakhir jam 02.45 dan kami para korsak juga masih keliling jadi penjaga lapas itu ngomong lagi: "Bener-bener the best buat PKS dari awal sampai akhir saksinya diperhatiin bener."
Karena mungkin sangking bosennya ketemu saya terus, bolak-balik ke sana ☺️
Kalau bedanya TPS Khusus di Lapas dengan TPS lain karena tertutup dan penjagaannya ketat, tapi penjaganya baik-baik dan welcome, kok. Saksi di Lapas perempuan bahkan dibelikan sate 😁




0 Komentar