Menjadi Caleg, Bukan Berarti Menepikan Keluarga



oleh: Anunk Salsabiela Fauziyah

Menjadi caleg PKS, tentu sangat sibuk. Apalagi bulan-bulan ini. Bertemu dengan masyarakat, sosialisasi dan koordinasi tentunya sangat menyita waktu. Tak jarang keluarga terkena dampaknya. Mungkin kurang bercengkerama dengan keluarga, tidak sempat mendengarkan curhatan suami atau anak-anak. 


Tetapi tidak dengan caleg  PKS yang satu ini. Adalah Hj. Fauziyatul Munawwaroh, S.Sos, biasa dipanggil Ummi Ulva, caleg PKS untuk DPRD Kabupaten Bantul, dari dapil 4 (Pundong, Kretek, Bambanglipuro, Jetis)  nomor urut 5. Ia tetap menjaga dan menjalankan perannya sebagai seorang ibu dengan baik. Mengurus 3 anaknya yang masih kecil-kecil tentunya menguras energi, belum lagi mengajar beberapa kelompok  tahsin. 


Hari itu, start jam 06.00 ibu caleg itu mengantar dan menunggui  putranya mengikuti lomba panahan. Ahmad Abdullah Alfath yang baru kelas 4 SD itu mengikuti lomba LATBER PANAHAN 2024 di lapangan panahan Jalan Kenari, Jogjakarta. Alhamdulillah, semua perjuangan yang melelahkan itu membuahkan hasil. Mas Ahmad mendapat juara 1 dalam lomba tersebut. 



Setelah selebrasi selesai, Ummi Ulva masih sempat mengikuti Unit Pembinaan Anggota dan berkoordinasi dengan tim untuk sambang warga di beberapa titik selama seminggu ke depan. 


Menjadi caleg, bukan berarti mengesampingkan keluarga. Menjadi caleg perempuan dari PKS, tetap harus menjalankan fitrah perannya sebagai seorang ibu dan istri. Makin salut deh dengan teman-teman caleg PKS, pantas untuk kita dukung dan kita pilih. 


Bantul, 20 Januari 2024



Posting Komentar

0 Komentar