Oleh: Esaputri
Jika salah satu output dari tarbiyah panjang yang kita lalui adalah lahirnya generasi mutaharik dan bukan generasi qoidun. Maka, engkau adalah cermin dari proses tarbiyah itu.
18 Agustus 2021 kala itu, pertama kali komunikasi denganmu. Diskusi tentang keterwakilan 30% perempuan di tingkat DPRa. Satu tahun berjalan, diskusi sering kita lakukan, sesekali juga bercerita kisah hidupmu yang menopang 2 anak pasca kepergian suami 3 tahun lalu. Pernah dirimu ngetik panjang banget, yang ternyata itu adalah aliran rasa di hari ulang tahun pernikahanmu. Pejuang hebat, itu kesan pertamaku. Perempuan hebat.
Hari demi hari berlalu, Allah takdirkan pertemuan kita lebih intens sejak 18 Agustus 2022. Bisa dibilang lebih sering bertemu tiap pekannya. Semangatmu seperti di gas pol untuk memberikan kontribusi kebaikan di lingkunganmu.
Hampir tiap malam chat, bertanya padaku, atau menimpali jawabanku terkait bagaimana meningkatkan ketahanan keluarga di lingkunganmu, bagaimana memulai ketahanan pangan di areamu, bagaimana menurunkan tingkat kelahiran tidak dikehendaki yang di area Banguntapan tempat kita tinggal ini banyak kita temui.
Apakah cukup dengan diskusi? Tidak. Semua diskusi demi diskusi baik melalui chat ataupun ketemu, engkau realisasikan. Amal itu menjadi nyata. Bahkan aku pernah bilang di beberapa pekan lalu.
"Njenengan iku ngalah-ngalahke para caleg. Tiap malam ada aja rapat warga yang dihadiri."
Masya Allah. Hidupmu untuk umat di sekitarmu, Mbak.
***
Selasa, 28 November 2023, saat hari dimana engkau pergi ke Gusti Allah. Ibu-ibu tetangga njenengan sambil brambangi, sambil nangis meluk aku.
"Mbak Putri, ini anakku tiap hari sama Ummi Runik. Ngaji sama Ummi Runik, dia nunggoni Ummi Runik"
"Mbak Putri, bank sampah baru jalan 2x, kami seneng mbak Runik dirikan bank sampah, besok njuk siapa yg nerusin?"
"Mbak Putri, padahal besok itu mau perdana bikin kompos, mbak Runik kok malah pergi"
"Mbak Putri, nanti kajian remaja, anak anggota pripun? Ya Allah padahal anak-anak sudah nyaman sama Bu Runik".
Ya Allah, Mbak...hampir semua warga sekitarmu merasakan kebaikan dari aksimu. Mereka bukan sekedar kehilangan, tapi menanti siapa yang akan meneruskan "gelar" pelopor dan penggerak kebaikan di areamu. Barakah amalmu insyaaAllah, Mbak.
Sugeng tindak, Mbak. Kini njenengan sudah berdampingan dengan suami.
Bismillah...kami teruskan amal yang telah kau rintis, kami jaga putra putrimu. Semoga Allah kuatkan mereka, beri cahaya selalu dalam hatinya, Allah tuntun mereka menjadi sholih dan sholihah, da'i dan da'i yah sesuai cita-citamu, dan selalu dalam ketaatan pada Allah.
Kini, nggak akan ketemu chat malam-malam bahkan dini hari darimu lagi. Obrolan dan diskusi yang akan selalu kurindukan.
Ya Allah, terangkanlah kuburnya, ampunilah dosanya, terimalah amal kebaikannya. Sungguh, aku bersaksi beliau orang baik, sholihah, menjaga martabatnya dengan baik dan pelopor kebaikan.
Banguntapan, 29 November 2023.


0 Komentar