Ambulans dengan logo PKS itu parkir persis di samping tenda. Tidak tampak kendaraan lain. Dikosongkan. Persiapan mengantar jenazah sore itu, rabu (15/11/2023).
Keluarga Pak Heril di Jalan Ahmad Yani, Besusu Tengah Kota Palu menjadi penerima manfaat Ambulans PKS ke 176. Jumlah yang tidak bisa dibilang sedikit sejak beroperasi dua tahun silam, pada 9 Juni 2021.
Sudah 37.652 KM yang ditempuh ambulans ini dalam pelayanan mengantar jenazah maupun pasien. Banyak kisah yang diungkapkan pengemudinya yang juga merupakan Kepanduan PKS.
Salah satunya Adhar. Lelaki ini pernah mengantar jenazah hingga ke Batui, Kabupaten Banggai. Ini menjadi pelayanan terjauhnya. Meskipun begitu kenangan mengantar seorang pasien ke Morowali menjadi momen paling unik untuknya.
Jam 7 pagi Adhar menjemput seorang ibu paruh baya berusia sekitar 50 tahunan. Pasien RS Undata Palu.
"Saya tidak mau pakai kasur (tandu ambulans-red)!" tegas pasien ke keluarganya. Maunya melantai saja. Permulaan dari aksi mengomel sepanjang jalan sejauh hampir 534 KM menuju Morowali.
"Pas perbatasan Parigi Poso, minta turun tidak mau lanjut," ujar Adhar tersenyum. "Lama dibujuk keluarga baru akhirnya bersedia," katanya lagi.
Lebih dari 12 jam perjalanan, pasien sama sekali tidak tidur. Malah seperti punya banyak energi mengomel ke penjaga pasien. Penjaga pasien yang juga keluarga dan seisi ambulans memaklumi dengan sabar hingga akhirnya tiba di rumahnya di Kabupaten Morowali.
Kenangan berkesan ini menjadi salah satu cerita pelayanan yang terekam jelas oleh Adhar. Baginya ini bagian dari resiko pengabdian. Tapi tentu saja tidak menyurutkan langkah untuk terus berkhidmat bersama ambulans PKS.



0 Komentar