Yang Paling Bersemangat di Latansa PKS Zona Dua Sulteng



 

Luwuk - Ia mengenakan warna serupa, jingga untuk peserta. Aturan dari panitia Pelatihan Perempuan Siaga (Latansa) Zona Dua PKS Sulawesi Tengah.

 

Ia juga ikut upacara pembukaan di hari Sabtu, 30 September 2023. Masuk dalam barisan. Tapi dia paling belakang, duduk di barisan terakhir sudut kiri. Ya, duduk bukan berdiri seperti yang lain.

 

Sakit hernia yang dia derita sejak 2017 barangkali menggerogoti fisiknya tapi tidak semangatnya. Ia ingin juga menjadi bagian yang sama, perempuan PKS yang berkiprah untuk bangsa dan agama.

 

Nining membawa kursi khusus

Namanya Nining A. Igirisa. Ini kali kedua dia ikut Latansa. Latansa pertama ia ikuti tahun 2019. Juga pasca hernia. Bahkan barangkali waktu itu lebih berat karena harus menempuh perjalanan darat 14 jam baru kemudian sampai di lokasi.

 

Olehnya, Latansa kali ini ia lebih semangat. Sebab lokasinya justru di tempat tinggalnya Luwuk, Banggai. Baginya, ia lebih mampu bertahan dengan padatnya agenda Latansa ketimbang diam di rumah.

 

"Sebenarnya kalau saya banyak bergerak, perut saya sakit sekali. Tapi menurut saya itu bukanlah suatu alasan untuk meninggalkan kegiatan LATANSA. Karena di LATANSA ada persaudaraan, ada ilmu ruhiyah dan jasmani, ada semangat yang membara, yang tidak saya dapatkan di tempat yang lain," kata perempuan yang akrab dipanggil Kak Nining.

 

Sakitnya juga yang membuat Nining terpaksa tidak mengikuti materi kedua hingga selesai. Ia dipukul mundur oleh kenyataan bahwa fisiknya minta rehat. Tapi tentu saja sesuai prasangkanya maka diwaktu lemah, ia kembali diperlihatkan kepedulian saudaranya.

 

"Waktu materi kedua saya sakit perut dan peserta dari Banggai langsung bawakan saya minyak kayu putih dan ada juga yang bawakan minyak urut," ujarnya terharu.

 

Kepedulian itu juga terlihat manakala peserta lain selalu membantunya mengambil air minum. Peserta memang diminta membawa tumbler. Panitia hanya menyediakan air galon yang letaknya di seberang tempat kemah peserta.

 

Kalau Nining belajar semangat untuk tak absen dalam agenda Latansa, maka teman-temannya semangat dalam kepedulian. Hal inilah yang membuat Nining berharap agar lepas Latansa, semua peserta tetap bersemangat. Karena menurutnya semangat dibutuhkan dalam kerja-kerja dakwah di partai ini.



Lain lagi dengan Puput Irawati. Ibu muda ini mengaku pertama kali mengikuti kegiatan seperti Latansa. Berkemah dengan aktivitas fisik namun tetap tak putus dalam amalan ibadah.

 

Ia terpukau dengan peserta lain yang tetap mampu menyelesaikan tilawah hingga lebih dari tiga juz dalam dua hari di tengah padatnya agenda. "Teman-teman ternyata bisa. Padahal saya sendiri untuk dapat setengah juz saja di jadwal padat begitu, tidak bisa," akunya

 

Puput merasa termotivasi untuk melakukan hal serupa selepas Latansa. "Makanya mulai sekarang saya terapkan. Saya juga masih belajar dalam tahap ini. Semoga bisa saya terapkan sehari satu juz," katanya.

Posting Komentar

0 Komentar