Tubagus
Mohammad Sholeh, seorang guru, pendidik, tokoh muda, aktivis dakwah dan takmir
masjid, lahir di Serang, Banten pada 10 Desember 1982 merupakan Calon Anggota
Legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Serang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Dapil 5 yang meliputi wilayah Kecamatan Kramatwatu, Waringinkurung, Bojonegara,
Puloampel, dan Gunungsari.
Visi Misi
Memiliki
Visi BERSAHAJA (Bersahabat dan Siap Bekerja untuk rakyat Sejahtera) dan
diejawantahkan dalam ketiga misinya jika nanti terpilih sebagai anggota dewan,
yakni:
1.
Menjadi Anggota Legislatif yang bersahabat, mudah ditemui dan bermanfaat bagi
masyarakat.
2.
Mendorong peran Anggota Legislatif agar siap bekerja keras, cerdas dan ikhlas.
3.
Bersinergi dengan eksekutif, membangun koordinasi yang efektif untuk percepatan
pembangunan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Visi
dan misi tersebut dipilih Kang Agus, nama panggilannya, sebab image dan citra
anggota dewan harus dipulihkan dari anggapan kebanyakan masyarakat. Anggota
dewan yang sudah terpilih terkesan menjadi sosok-sosok yang angkuh, menjauh
dari rakyat, kurang bersahabat dan sulit ditemui, adalah hal yang harus
dikikis. Sejatinya jabatan sebagai anggota dewan hanyalah amanah yang harus
dipertanggungjawabkan.
Mengapa PKS?
Kang
Agus yang juga sering dipanggil Kang Tebe, mengenal dan memasuki dunia politik
setelah bergabung menjadi anggota Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sejak tahun
2008. Kala itu dia tertarik karena kiprah PKS dianggap partai yang teguh dengan
prinsipnya, dan melanjutkan tradisi keluarga besarnya yang memegang teguh Islam
sebagai asas partai, meski saudara-saudaranya juga lebih memilih partai islam
lain bahkan banyak juga yang memilih partai nasionalis. Keluarga besarnya
memang merupakan pemilih Masyumi dan sebagian NU saat era awal kemerdekaan
(1955) sesuai cerita dari orangtuanya, dan alasan ideologis inilah membuat
mayoritas keluarganya dulu melanjutkan pilihan politiknya ke PPP (hasil fusi
dari partai Masyumi dan NU) selama era Orba, sebelum adanya aturan wajib PNS
memilih Golkar yang membuat kelurganya terpecah, sebagian bergabung menguning
dan sebagian bertahan di kalangan ijo royo.
Hal
seperti ini membuat dirinya terbiasa di lingkungan keluarga yang demokratis dan
dewasa dalam menyikapi perbedaan pandangan politik. Di PKS, kiprah pertamanya
adalah saat dipercaya menjabat sebagai Ketua PKS Muda PKS kabupaten Serang
(2018-2020) dan dilanjutkan dengan mengemban amanah sebagai Kabid Humas DPS PKS
Kabupaten Serang (2020-sekarang).
Pendidikan, Karir dan Aktivitas
Pendidikan
terakhirnya di program pascasarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
(Untirta) Banten, sebelumnya studi S1 (sarjana) di tempat yang sama. Selama
kuliah beliau aktif di berbagai organisasi mahasiswa, seperti BEM FKIP dan di
organisasi-organisasi menulis dan kesusasteraan. Keaktifan di organisasi
literasi membuat dirinya yang memang senang menulis telah menghasilkan karya
berupa 4 buku. Di luar kampus, Tubagus Mohammad Sholeh juga aktif di beberapa
organisasi kepemudaan dan masyarakat, juga aktivis dakwah serta ketua DKM
masjid.
Pekerjaan
utamanya merupakan seorang guru, pertama kali mengajar di SMPN 2 Waringinkurung
dan kini mengabdi di Yayasan Bina Insani Cahaya Abadi, Waringinkurung, Serang,
sebagai Ketua Bidang Pendidikan. Karirnya dimulai dari bawah, mulai dari Wali
kelas, kemudian pernah menjabat sebagai wakil Kepala Sekolah, dan juga Kepala
Sekolah, hingga aktif di organisasi-organisasi kependidikan seperti MGMP, K3S
(Kelompok Kerja Kepala Sekolah) dan pernah menjabat sebagai Sekreteris di K3S
Rayon 1 Kabupaten Serang, Kwarran Pramuka dan juga di JSIT (Jaringan Sekolah
Islam Terpadu) Banten.
Selayang Pandang Keluarga
Kang
Agus, dari garis ayahnya, baik kakek maupun neneknya tersambung ke nasab
Maulana Hasanuddin Banten (Pangeran Sabakingkin). Garis lurus nasab laki-lakinya
tersambung sampai pada adik dari Sultan Ageng Tirtayasa yang bernama Tubagus
Abdurrohman dan dikenal dengan Pangeran Singandaru, nama yang diambil sebagai
julukan klub sepakbola Perserang (Laskar Singandaru) Sedangkan dari neneknya,
tersambung pada salah satu ulama besar Banten, Syekh Tubagus Ma'mun, ahlul
qiro'at yang pernah menjadi imam di Mekkah dan murid-muridnya tersebar serta
banyak menjadi ulama besar Nusantara.
Lahir
dari keluarga nahdliyyin yang kental, pendidikan agamanya didapat langsung dari
didikan abahnya, H.Tubagus Hulais, yang merupakan murid dan santri KH. Tubagus
Bai Mahdi Bin Syekh Tubagus Sholeh Ma'mun, paman sekaligus guru, di Pesantren
Alquran Sholeh Ma'mun, Lontar Serang Banten. Pesantren ini adalah salah satu
pesantren tua yang banyak melahirkan qori-qori handal internasional, didirikan
oleh Syekh Tubagus Sholeh Bin Ma'mun, adik dari buyut Kang Agus, Umi Ratu
Maryam (anak pertama/tertua Syekh Tubagus Ma'mun). Abah Kang Agus sendiri
selain qori juga seorang guru ngaji dan imam di kampungnya.
Sementara
dari garis ibu, Hj. Titin Yasaroh yang dikenal sebagai Ibu Guru Utin, kakek
Kang Agus bernama H.Entol Kosasih, pernah menjadi Camat di masa orde baru.
Sedangkan neneknya, Hj.Siti Rogayah merupakan putri dari kiyai bernama KH.
Asy'ari, rekan seperjuangan pahlawan Banten, Brigjen KH. Syam'un, dan satu
perguruan kala menuntut ilmu di Timur Tengah.
Mohon
doa dan dukungan buat Kang Agus sebagai Caleg DPRD Kabupaten Serang Dapil 5
dari PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) nomor urut satu (1) pada Pemilu 2024.
Insya Allah dengan ridho Allah Swt, Kang Agus BERSAHAJA (Bersahabat dan Siap
Bekerja).



0 Komentar