Apakah Bisa Sumsel Hattrick Juara?

 


Oleh Anton DC

Pemerhati Media Sosial Politik


Siapa sangka jika talenta asal Provinsi Sumatera Selatan mampu meraih gelar juara satu, dua tahun berturut-turut dalam Lomba Menyambut 17 Agustus-an. Meski lomba hanya skala kecil dan sangat sederhana, bahkan diselenggarakan oleh partai politik yang notabene dianggap berseberangan dengan kaum nasionalis oleh segelintir orang.


Sudah enam musim Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menggelar Lomba Baca Teks Proklamasi Mirip Bung Karno setiap menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI.


Saya menjadi panitia lokal wilayah Sumatera Selatan mulai musim ke-4 saat Pandemi Covid 19 dengan sistem lomba secara virtual. Dengan segala keterbatasan, satu wakil Sumsel dikirim ke Grand Final atas nama Tegar Brilian Putra asal Kabupaten Ogan Ilir. Salah satu dewan jurinya Budayawan Sujiwo Tejo.


Harapannya Juara Harapan, Ternyata Juara


Tidak ada yang menduga bahwa wakil Sumatera Selatan dalam ajang Lomba Baca Teks Proklamasi Mirip Suara Bung Karno (musim ke 4) bakal meraih juara kecuali Ketua Panitia Seleksi Peserta Lomba Tingkat Wilayah M Anwar Al Syadat. Meskipun saat itu ia meyakini setidaknya meraih juara harapan.


Selain persiapan dan sosialisasi yang cukup mendadak, hanya sepuluh hari jelang Grand Final. Format baru lomba yang terdesentralisasi membuat panitia lokal ikut sibuk. Beruntung, wakil Sumsel saat itu memiliki background teater dan sepertinya terbiasa tampil dengan tim dan perlengkapan sangat maksimal, mulai dari check sound peralatan, kostum hingga editing video.


Saat menyaksikan peserta dari daerah lain, nampak aura juara tak hanya dari Jawa tapi Sumatera, Kalimantan Timur hingga Bali. Bahkan akhirnya Sumsel dan Sumut menyabet juara 1 dan 2. Kemenangan diraih berbarengan dengan berita duka cita meninggalnya putri sulung Gubernur Sumsel Percha Leanpuri waktu itu.


17 Agustus 2023


Musim ke-5 (2022), peserta dari Ogan Ilir Kembali mewakili Sumsel di ajang ini, Rifqi Satya Darmawan, lagi-lagi meraih juara nasional.


Tahun ini, tentu kita masih berharap wakil Sumsel meraih nominasi juara, setidaknya Sumatera. Meski dengan format baru, yakni juara tingkat wilayah belum tentu lolos nominator ke Grand Final di Bali. Akankah juaranya kembali diraih secara tak diduga atau hattrick?


Di antara lomba-lomba 17 Agustusan, bisa jadi lomba ini tak terlalu menarik generasi sekarang. Coba lihat, berapa banyak antusiasme, mulai dari peserta hingga panitia lokal yang mau memasukkan lomba ini sebagai bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan?


Setiap kita yang memperingatinya dengan acara yang meriah, adakah korelasi dengan perjuangan para pahlawan kita dulu?

Posting Komentar

0 Komentar