Bisa jadi ada di antara kita yang menyimpulkan begini. Bahwa menjadi Calon Anggota Legislatif (Caleg) itu enak dan menyenangkan. Diundang ke sana-sini. Dijamu dengan hidangan yang nikmat. Disambut dengan senyuman dan berakhir foto bersama penuh keceriaan.
Secara kasat mata benar adanya. Tapi tidak demikian cerita di balik itu semua. Tak selalu kisahnya tentang kebahagiaan. Kerap kali seorang caleg harus siap dengan kondisi tak bersahabat. Bagaikan "disidang" oleh masyarakat. Mereka memberikan pertanyaan-pertanyaan yang sangat kritis hingga menyudutkan. Kuping bisa memanas dan wajah dapat berubah merah merona.
Salahkah itu? Tidak. Karena masyarakat sudah cerdas. Mereka pun sudah jenuh dengan kelakuan politisi yang tebar pesona jelang pemilu, lalu lupa setelah menang. Mereka sudah bosan dengan gelontoran janji manis yang tak pernah tertuntaskan.
Di sinilah kekuatan mental seorang caleg dibutuhkan. Jika ini tidak dimiliki, sebaiknya segera berpikir ulang untuk menjadi caleg. Sebab ini konsekuensi logis dari pilihan kita menjadi politisi. Di tengah pandangan publik yang penuh ketidakpercayaan kepada para politisi.
Inilah resiko perjuangan. Persis seperti untaian lirik lagu:
Mengharap senang dalam berjuang
Bagai merindu rembulan di tengah siang
Jalannya tak seindah sentuhan mata
Pangkalnya jauh ujungnya belum tiba
Erwyn Kurniawan, S. I. P
Caleg DPRD Kabupaten Bekasi Dapil 3 Tambun Selatan


0 Komentar