PKS yang Dulu Bukanlah Yang Sekarang?



oleh: Syubhan Triyatna

Alkisah di galangan kapal Yunani dibuatlah sebuah kapal layar megah terbuat dari kayu-kayu terbaik serta dibuat oleh insinyur paling jenius dan tukang kayu paling terampil. Jadilah sebuah kapal megah mahakarya zamannya yang membuat iri kapal-kapal lainnya. Dinamailah kapal itu Theseus. Dinahkodai kapten berpengalaman dan diawaki oleh awak-awak yang tangguh, kapal itu dilepas dengan gegap gempita oleh masyarakat Yunani untuk berlayar mengarungi samudera mencari harapan dan dunia baru.


Setelah bertahun-tahun berlayar dan berpetualang serta bertemu bermacam badai dan singgah di beraneka negeri, Kapal itu kembali ke Pantai Yunani. Sesampainya di Pantai Yunani, bukannya disambut bak pahlawan oleh Masyarakat, Masyarakat justru terheran-heran, sebab kapal itu berbeda dengan kapal Theseus yang dilepas bertahun lalu.


Ternyata, selama petualangan itu, Kapal mengalami kerusakan sedikit demi sedikit sebab bertemu badai atau lapuk dimakan usia, sehingga bagian yang rusak diganti dengan kayu baru dari negeri yang disinggahi. lama kelamaan seluruh bagian kapal sudah diganti dengan kayu baru. Tidak tersisa kayu yang dulu ditebang dari hutan Yunani, Juga para awak banyak yang sudah meninggal dan diganti dengan awak hasil merekrut dari Negeri yang disinggahi. Kapal itu menjadi berbeda sama sekali dengan kapal yang dilepas pada mulanya.


Apakah Kapal yang kembali itu adalah kapal yang sama yang dilepas dulu sementara semua bagiannya sudah diubah? itulah Theseus Paradoks. Paradoks Kapal Tua. 


Banyak yang berubah dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) semenjak dideklarasikan tahun 1998 sebagai Partai Keadilan. Presiden Partai yang silih berganti. Perintis-perintis yang telah mendahului. Kader-kader yang datang dan pergi. Lagu-lagu yang disenandungkan. Mars dan Hymne yang dinyanyikan. Bahkan warna yang bertransformasi dari hitam kuning menjadi oranye.


Apakah PKS adalah Kapal yang sama seperti saat ia di layarkan untuk pertama kali?


Sama seperti Kapal Theseus yang meski telah berganti seluruh bagiannya, PKS yang telah banyak berubah ornamennya adalah masih merupakan Kapal yang sama seperti saat ia dilayarkan pertama kali.


Kapal disebut kapal yang sama bukan dilihat dari bagian layarnya yang sudah diganti atau awaknya yang datang dan pergi, tetapi dari tujuan utama kapal itu dibuat. PKS, dari dahulu sampai hari ini tetap memegang nilai-nilai falsafah perjuangannya yaitu Islam, Keadilan, Kebangsaan, kenegaraan dan Kesejahteraan.


PKS juga masih memegang visi yang sama seperti saat ia dibentuk yaitu untuk mewujudkan janji kemerdekaan. Janji kemerdekaan itu tertulis dalam Pembukaan UUD 1945:


“...Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.”


PKS tetap memeluk visi itu dan mewujudkannya dalam perjuangan di Parlemen serta berbagai program pelayanan kepada Masyarakat. 


Jadi meski PKS banyak berubah dari tampilan kapalnya, berganti awak dan nahkodanya. PKS masih kapal yang sama seperti saat ia dilayarkan pertama kali. Maka tetaplah disini, bersama kapal ini. Selama visi masih dipegang teguh, jangan berpikir pergi.

Posting Komentar

0 Komentar