Oleh : Ustadz Gufron Azis Fuadi
Menangi jaman edan, mungkin
begitulah gambaran yang pas. Demi mendapatkan tiket konser
Coldplay, banyak yang melakukan pinjaman online dan tidak sedikit yang
menjual barang miliknya. Memang harga tiket untuk nonton konser Coldplay yang
akan manggung di Indonesia 15 November 2023 tidak murah, 11 juta. Bahkan tiket
itu bila dijual lagi masih dibeli oleh coldplayers, sebutan untuk para fans,
seharga 30 juta hingga 60 juta.
Penolakan oleh kalangan MUI dan
PA 212 serta beberapa kalangan umat Islam terhadap konser tersebut
menambah ramai rencana konser Coldplay yang masih lima bulan lagi.
Coldplay adalah band asal London,
Inggris yang dibentuk pada tahun 1996. Anggotanya adalah Chris Martin sebagai
vokalis utama, Jonny Buckland sebagai gitaris utama, Guy Berryman sebagai
bassis, dan Will Champion sebagai drummer. Coldplay pertama debut Setelah
secara independen merilis sebuah extended play, Safety (1998). Lalu disusul
dengan album studio perdana bertajuk Parachutes yang dirilis pada 10 Juli 2000.
Konon total copy album terjual sudah mencapai 100 juta copy. Konon lagi
penggemar terbanyak adalah dari Indonesia.
Mungkin karena itu, Menteri
Pariwisata Sandiaga Uno berupaya keras agar konser itu bisa berlangsung dua
kali untuk memuaskan dahaga coldplayers Indonesia. Karena di Argentina tahun
lalu konser ini berlangsung enam kali dengan jumlah penonton 600 ribu.
Mengapa penolakan konser Coldplay
banyak dilakukan oleh umat Islam?
Ini karena disinyalir Coldplay
merupakan pendukung budaya LGBT, bahkan dalam beberapa konsernya mereka tidak
segan-segan mengibarkan bendera pelangi yang merupakan simbol LGBT. Memang LGBT
sebagai sebuah kelompok sedang menguatkan eksistensinya untuk diakui agar
sejajar dengan eksistensi laki laki dan perempuan.
Di Eropa dan Amerika, eksistensi
LGBT memang cukup diakui. Bahkan Perdana Menteri Luxemburg dan PM Belgia tidak
malu malu membawa istrinya yang juga laki-laki ke berbagai pertemuan publik dan
kenegaraan. Begitupun PM Islandia juga tidak malu membawa istri lesbiannya
dalam pertemuan para Pemimpin Nato.
Kita juga belum lupa bagaimana
Kapten Tim Panser Jerman di Pildun Qatar tahun lalu memakai Ban Kapten warna
pelangi sebagai bentuk dukungan kepada LGBT. Saya juga pernah melihat pasangan
gay bercumbu rayu mesra di depan umum di Bandara Schiphol Belanda.
LGBT adalah akronim dari empat
istilah. Lesbian itu perempuan yang orientasi seksualnya ke perempuan juga. Gay
kebalikan dari lesbian yaitu laki-laki orientasi seksualnya ke laki-laki. Bisex
adalah ac-dc alias bisa ke laki-laki dan ke perempuan. Transgender adalah orang
yang merubah bagian tubuhnya, organ kelaminnya, menjadi lawan jenisnya.
Para pelaku LGBT, tidak
terima bila dikatakan bahwa itu adalah perilaku menyimpang atau penyakit.
Mereka selalu menganggap bahwa itu adalah takdir Allah sebagaimana laki laki
dan perempuan. Sehingga mereka menuntut untuk diperlakukan sejajar dengan
laki-laki dan perempuan asli.
Betul bahwa menjadi LGBT adalah
takdir. Sebagaimana menjadi kafir, pencuri, dan pembunuh atau sakit
kanker dan sebagainya juga adalah takdir. Tetapi ini adalah takdir mualaq, atau
takdir yang bisa dirubah bukan takdir mubram, takdir yang tidak bisa dirubah.
Contoh takdir mubram adalah peredaran matahari, bumi dan bulan, atau
dilahirkannya seseorang bangsa dan Ras tertentu, sebagai Betul bahwa menjadi
LGBT adalah takdir.
Sebagaimana menjadi kafir,
pencuri, dan pembunuh atau sakit kanker dan sebagai laki-laki atau sebagai
perempuan, atau cempedak berbuah cempedak bukan berbuah nangka.
Allah SWT sudah menetapkan
bahwasannya qadar adalah sebuah takdir yang masih bisa dirubah oleh seseorang
dengan berbagai cara, diantaranya dengan berdoa dan berusaha secara
sungguh-sungguh, berikhtiar, supaya segala sesuatunya bisa tercapai sesuai
dengan ketetapan Allah. Sesuai dengan fitrah seperti yang Allah ciptakan pada
awalnya.
Sebagaimana firmanNya;
"Maka hadapkanlah wajahmu
dengan lurus kepada agama Allah (pilihlah) fitrah Allah yang telah menciptakan
manusia menurut fitrah itu tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah)
agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS. Ar Rum : 30)
Kita harus sadar bahwa keinginan
kita seharusnya tidak melawan ketentuan Allah Yang Maha Kuasa. Bila keinginan
dan kecenderungan manusia berlawanan dengan ketentuan Allah, maka jelas manusia
yang salah dan atau menyimpang. Orang Jawa mempunyai ujaran tentang ini,
kridaning ati orang biso mbedah kuthaning pesti. Maknanya, keinginan seseorang
tidak bisa mengalahkan takdir yang sudah pasti.
Perlawanan manusia terhadap
kodratnya oleh karena itu akan membawa dan menjadi bencana. Sebagaimana kaum
Sodom dan Gomorah atau penduduk Kota Pompei di dekat Napoli sekarang, pada abad
ke 6 Masehi.
Jadi, bila ada umat Islam yang menolak konser Coldplay, semata mata karena kepeduliannya terhadap peradaban manusia, agar mereka tidak salah jalan. Tidak meniru peradaban asing yang tidak sesuai dengan nilai nilai luhur Pancasila. Tidak berjalan kearah yang akan mengundang kemurkaanNya. Karena seseorang bila sudah ngefans pada seseorang atau kelompok tertentu akan berkecenderungan untuk membenarkan apa yang dilakukan oleh tokoh idolanya. Akan cenderung untuk mengikuti perilaku dan pandangan dari idolanya, meski gak semua.
Ada fans yang cenderung
menganggap idolanya seperti nabi yang tidak pernah salah. Mereka akan rela
berkorban hanya sekedar untuk bertemu dengan idolanya. Mereka akan selalu
bertepuk tangan atas apa yang dilakukan dan dikatakan idolanya, terlepas benar
atau salah. Tapi, in my place.. ada juga fans yang gak begitu lho.
Wallahua'lam bi shawab
(GAF)


0 Komentar