Oleh: Almuzzamil Yusuf
Bima ini anak muda Lampung yang terdidik dan kritis. Yang sedang belajar jauh di negeri orang (Australia). Dia memanfaatkan trend media sosial untuk mengkritik kepada Pemerintah daerah kelahiran nya dengan gaya bahasa anak muda, sehingga cepat viral.
Substansi kritiknya bagus. Mungkin beberapa pilihan kata saja yang kurang pas.
Ya itu bisa kita masalahkan, tapi bisa juga kita maklumi.
Kita maklumi karena kita nilai ekspresi tersebut lahir dari rasa cinta dan peduli anak muda kepada daerahnya.
Saya kira Pemda Lampung Timur, Gubernur Lampung dan aparat hukum lebih bijak untuk cooling down. Tidak perlu bawa ke ranah hukum.
Beri saja jawaban yang proporsional. Sehingga justru dari kritik Bima terjadi dialog publik. Dan publik bisa tahu agenda pembangunan Pemda dengan berbagai kesulitan dan keterbatasannya. Sambil tentu dengan memperbaiki kinerja. Bu Wagub Lampung sudah menyambut dialog publik tersebut. Saya kira ini dinamika yang bagus.
Dengan cara ini saya kira justru akan baik untuk pelibatan publik, sarana komunikasi politik Pemerintahan provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Hal ini juga sekaligus bisa mengundang perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan di Lampung. Bahkan bisa jadi dialog positif lintas generasi dengan tema kecintaan kepada Lampung.
Sehingga kemudian Bima bisa terus tenang studi di Australia dan terus bersikap kritis konstruktif. Begitu juga dengan keluarganya di Lampung Timur bisa tetap berjalan seperti biasa, tidak dikhawatirkan tentang dampak masalah kritik Bima tersebut.
Semoga berkah Ramadan menaungi kita semua. Amiin...
Salam Hormat. Tabikpun!


0 Komentar