Entaskan Kemiskinan dengan Redistribusi Kekayaan



Oleh: Muhamad Rusdi*


Gerakan redistribusi kekayaan berangkat dari satu pertanyaan dan satu jawaban.


Mengapa angka kemiskinan masih tinggi?


Karena, orang-orang kaya masih banyak yang pelit, sehingga harta kekayaan masih beredar di segelintir orang saja. 


Kemudian, salah satu tugas kenabian dan kemudian menjadi tugas saya, kamu, dan kita semua adalah, bagaimana kita bisa memindahkan kekayaan orang-orang kaya dan orang-orang yang diberikan rizki berlebih kepada mereka yang membutuhkan melalui instrumen upah, zakat, infaq, shadaqah, dan waqaf.


Bila melalui instrumen pajak sifatnya adalah paksaan dari negara, karena  jumlah nominal yang besar terutama pajak progresif, sehingga membuat para pemilik uang tidak ikhlas dalam membayarnya.


Maka dalam Islam, yang sifatnya paksaan hanyalah zakat yang nominalnya sangat kecil.


Karenanya yang besar biasanya adalah nominal infaq, shadaqah, dan waqaf yang justru bersifat sukarela bukan paksaan.


Syarat agar kita semua kemudian mau berlomba-lomba berbagi rezeki, berbagi profit kepada mereka yang butuh dan berhak adalah adanya apa yang disebut dengan Kesadaran Keimanan.


Kesadaran keimanan inilah yang menjadi kunci utama seseorang mau secara ikhlas berbagi kepada yang berhak dan butuh, bahkan dengan jumlah yang sangat besar.


Sehingga dengan demikian, mau tidak mau kita semarakkan lagi berbagai kegiatan kajian dan kegiatan-kegiatan yang akan meningkatkan dan menguatkan keimanan kita kepada Allah. 


Mengenal Allah secara mendalam dan kemudian lahirnya ikatan yang kuat,  antara kita dengan Allah, menjadi kata kunci lahirnya kecintaan kita pada Allah.


Ketika sudah ada rasa cinta dalam diri  kita pada Allah dan Rasulullah, maka apa yang diminta dan apa yang Allah perintahkan pada kita, akan kita lakukan dengan sepenuh hati, karena  sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah. 


Yuk sahabatku, teruslah berjuang dan berdakwah,  wujudkan keadilan dan kesejahteraan melalui instrumen politik, ekonomi, dan juga dakwah.


Politik, ekonomi dan dakwah harus berjalan beriringan. Tanpa spiritualitas, politik dan bisnis bukan hanya akan menjadi kering dan kerontang makna, namun juga bisa berwajah menyeramkan, kotor, dan busuk.


Tanpa spiritualitas, keadilan dan kesejahteraan yang didambakan, bukan hanya hambar dan hampa, namun juga tidak menghasilkan ketenangan dan kebahagiaan yang hakiki.


Karena yang hakiki adalah yang berhubungan dengan Allah SWT.  Karenanya, jangan lupakan dan tinggalkan Allah!


#Islam Adalah Solusi


Muhamad Rusdi, saat inti tercatat masih duduk sebagai:


1. Deputi Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).


2. Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi, Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia).


3. Ketua Departemen Jaringan Pekerja Bidang Ketenagakerjaan DPP PKS.


4. Pendiri dan Pembina Organisasi OJOL, Serikat Pekerja Daring (SPEED).


5. Dewan Pakar Korps Alumni HMI Trisakti.

Posting Komentar

0 Komentar