Jangan Lupa Kopdar Pekanan!




Oleh: R. Irwan Waji 



Tak bisa dipungkiri bahwa dinamika politik telah "memaksa" kita masuk dalam pusaran kesibukan yang sangat menguras tenaga dan perhatian, menguras energi dan emosi kita, dalam batas yang tidak bisa terukur,


Karena itu, kebutuhan kita terhadap penguatan maknawiyah dan ruhaniyah merupakan keniscayaan. Tidak bisa ditunda dan digantikan oleh asupan apapun, karena dampak pengaruhnya langsung kepada cara kita dalam mengelola persepsi dan tindakan-tindakan serta mentalitas kita. Pikiran dan tindakan cermin dari kekuatan spiritual seseorang.


Kekuatan spiritual adalah modal utama dan pertama yang harus dipastikan selalu dalam keadaan prima dalam konteks berjuang menghadirkan kemaslahatan bangsa. Sebab musuh kita bukan hanya dari luar, bahkan yang terberat adalah yang berasal dari dalam. 


Konsolidasi fikriyah (pemikiran) relatif sangat mudah dilakukan kapan dan dimana saja, dengan sarana apa saja. Tetapi konsolidasi ruhaniyah, maknawiyah dan spiritual memiliki kekhasan dan kekhususan. Tidak bisa disamakan dengan pertemuan dan rapat-rapat biasa. Kesiapan lahir dan batin, waktu dan tempat,  salah satu di antara prasyarat untuk mendapatkan pengaruh, dampak, yang optimum.


----------

Dari Anas bin Malik RA, bahwa Rasulullah ï·º bersabda,

“Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya, “Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab, “Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) dzikir.”


Tidaklah sekelompok orang yang berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kecuali malaikat mengelilingi mereka, rahmat meliputi mereka, ketenangan turun kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan (para malaikat) di hadapanNya. [HR Muslim]


------


Penjelasan, bahwa; 


Orang yang berdzikir dan berada dalam majelis ilmu akan mendapatkan ketenangan hati dan kekhusyu’an, serta menguat hubungannya dengan Allah SWT.


Diliputi oleh rahmat adalah mereka dekat dengan rahmat atau kasih sayang Allah. Dikelilingi oleh para malaikat sebagai bentuk pemuliaan kepada mereka dan tanda pekerjaan mereka disukai atau diridhai.


Jika urusan langit sudah mendukung (selesai) maka urusan bumi relatif jauh lebih mudah diselesaikan seberat apapun masalahnya. Sebaliknya, jika urusan langit terbengkalai maka urusan bumi pasti akan mudah berantakan bahkan tak mendapatkan solusi tuntas, karena penuntun dan pengokohnya tidak ada atau lemah.


Di PKS ada sebuah unit khusus yang mengurus pembekalan ilmu dan ruhaniyah serta mentalitas anggota. Unit tersebut bernama Unit Pembinaan Anggota atau disingkat UPA. 


UPA ini dibawah naungan dan pengelolaan Bidang Kaderisasi. Di UPA inilah merupakan sentra penyiapan,  penempaan dan pembekalan anggota.  


UPA ini idealnya dilaksanakan setiap pekan tetapi tetap bisa dilaksanakan sesuai ketersediaan kesempatan anggota. Bisa dua pekan sekali, bisa tiga pekan sekali, bahkan bisa sebulan sekali jika memang benar-benar para anggota mengalami kendala waktu maupun kemampuan akses. 


Namun demikian tentu saja intensitas mempengaruhi hasil daripada proses itu. Sepekan sekali itulah yang paling ideal tetapi jika hanya mampu sebulan sekali itu juga masih lebih baik dibanding tidak sama sekali. 


Walaupun pada umumnya diselenggarakan di rumah-rumah anggota, atau di masjid, sekretariat atau kantor dan seterusnyat,  namun penyelenggaraan UPA ini sesungguhnya sangat fleksibel, 


Tidak melulu harus kita berada pada sebuah majelis yang berbentuk lingkaran tetapi bisa dikemas dalam beberapa bentuk kegiatan. Bisa di pinggir lapangan setelah kita berolahraga, senam PKS, sepak bola, dan sebagainya. Bisa di Cafe yang kondusif untuk kita berdiskusi, di pinggir pantai setelah berenang, atau di tempat rehat lainnya seperti di gunung dan destinasi wisata lainnya. 


Yang pasti bahwa tujuan kita ber UPA dalam rangka :


Memperkokoh komitmen pada nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan kepartaian. Serta membangun kebersamaan, persaudaraan (ikatan) dan soliditas diantara para anggota.  


Ibaratkan pesawat PKS ini memiliki dua sayap, sayap kanan dan sayap kiri. Sayap UPA (Kaderisasi) adalah sayap penempaan, pembekalan dan peningkatan kapasitas SDM. Dan sayap struktur adalah sayap pendayagunaan SDM. 


Kedua sayap ini harus berjalan seiring dan seimbang menurut proporsi masing-masing. Saling mempengaruhi dan saling menunjang antara satu dengan yang lainnya. 


Ketiadaan yang satu berarti kehilangan bagi yang lainnya. Kelemahan di pihak yang  satu merupakan kemunduran di pihak yang lain. Kerusakan pada pihak yang satu merupakan bahaya bagi pihak yang lainnya. 


Kesuksesan, keberhasilan dan kemenangan PKS yang hakiki adalah tergantung pada pencapaian (optimalisasi) kedua komponen sayap ini. 


Allahu Akbar - Merdeka !


Wallahu a'lam bish shawab.

Posting Komentar

0 Komentar