Jadilah Rahmat Bagi Seluruh Alam

PKS di Papua Pegunungan 


Oleh: R. Irwan Waji

Ibadah adalah fungsi dan tujuan paling orisinil dihadirkannya manusia oleh Allah SWT ke permukaan bumi ini. Oleh karena itu, adalah kesalahan besar yang dilakukan manusia jika melakukan sesuatu namun tidak memasukkan misi dan motif ibadah itu di balik pekerjaan dan aktivitasnya. 


Bertumpuknya keruwetan dan simpang siurnya masalah bukan karena manusia kurang cerdas mengelola aktivitasnya tetapi misi ibadah yang tidak hadir  atau hilang karena tarikan dan tuntutan pemenuhan kebutuhan ragawi yang sudah melampaui batas. Upaya manusia menghadirkan misi ibadah pada pekerjaan dan aktivitasnya  ternyata gampang-gampang susah. Gampangnya hanya bermodalkan semangat dan kesadaran, dan susahnya adalah karena tidak hadirnya kesabaran menjalaninya. 


Singkatnya berislam itu  "tidak butuh modal" sebagaimana melaksanakan ibadah juga  "tidak butuh modal" sebab peradaban manusia hari ini sudah sangat memenuhi semua syarat-syarat minimal untuk menjalankan perintah-Nya dan lagi pula tingkat fleksibilitas agama ini sangat tinggi sehingga bisa dikatakan bahwa hanya dua jenis manusia yang diizinkan tidak melaksanakan perintah Tuhan, yaitu orang gila dan yang sudah berstatus jenazah.


Ibadah memang sering diartikan sebagai aktivitas ritual yang juknis dan juklaknya sudah pakem, dan pemahaman itu benar. Yang kurang dari ummat ini adalah impact atau dampak pengaruh kepatuhan ritual itu ke wilayah muamalah dan pergaulan sosial kita. Kita tahu bahwa wilayah muamalah ini adalah wilayah terluas tempat kita mengekspresikan status kehambaan kita. Kode etiknya cuma satu yaitu semuanya halal kecuali yang dilarang (haram).  


Singkatnya  PR besar kita hanya ada dua. Pertama bagaimana membawa manusia sebanyak mungkin untuk mengenal Allah Rabb Semesta Alam dan bersedia patuh, tunduk dan taat sepenuh jiwa dan raganya. Kedua, bagaimana pengaruh ketaatan itu bermetamorfosis dan mewujud dalam bentuk hadirnya rasa tanggung jawab yang dilandasi kasih sayang kepada sesama makhluk, sesama hamba penghuni kolong langit ini. 


Imam Ar Razi ketika mengomentari ayat Al Qur'an Surah Dzariat : 56,  


"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku"


Bahwa ibadah adalah mengagungkan perintah Allah dan berdakwah merupakan manifestasi tertinggi dari pengagungan terhadap Allah. Dan dakwah tidak lain adalah berkasih sayang terhadap makhluk-Nya. 


Surat Al-Anbiya Ayat 107 : 


ÙˆَÙ…َآ Ø£َرْسَÙ„ْÙ†َٰÙƒَ Ø¥ِÙ„َّا رَØ­ْÙ…َØ©ً Ù„ِّÙ„ْعَٰÙ„َÙ…ِينَ


"...Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."


Wallahu a'lam bish shawab.

Posting Komentar

0 Komentar