Oleh: Redaksi Blogpks
Pantesan pagi-pagi dapat notif channel youtube Tesla. Perasaan gak pernah subscribe!
Rabu (4/1/2023) pagi jam 05.30
WIB, dapat kabar akun Youtube PKS TV kena retas. Diambil alih oleh orang yang
tak bertanggungjawab dan menggantinya dengan nama Tesla.inc. Akun partai
politik Indonesia dengan subscriber terbanyak jika dibandingkan dengan akun
partai politik lainnya itu, tiba-tiba menayangkan video Elon Musk.
Siapakah gerangan yang mengambil
alih akun PKS TV? Masa sih Elon Musk si pemilik twitter?
Ternyata kejadian serupa menimpa
Youtuber papan atas Indonesia lainnya belum lama ini. Kamis (29/12/2022) lalu,
akun Youtube Raditya Dika juga sempat kena hack. Diambil alih oleh orang lain yang
mengatasnamakan orang yang sama, Elon Musk.
Ketua Bidang Humas DPP PKS Ahmad
Mabruri mengatakan saat ini tim PKS TV sedang berupaya mengembalikan akun
YouTube dengan subscriber 202 ribu tersebut.
"Kami bisa menginformasikan
bahwa akun YouTube Resmi PKS TV telah dihack dan diambil alih oleh orang yang
tidak bertanggung jawab. Diubah nama akunnya menjadi Tesla Inc. dan mengunggah video tentang Elon Musk dan
hal-hal yang berkaitan dengan dunia kripto," ungkap Mabruri.
Peristiwa hack akun YouTube PKS
TV tidak lama berselang setelah beberapa akun YouTube publik figur di Indonesia
juga terkena hack seperti akun YouTube milik Raditya Dika dan Arief Muhammad.
"Ada kemiripan dimana akun
YouTube Raditya Dika saat itu juga diubah namanya menjadi akun YouTube dengan
nama Tesla. Modus pengambilalihan akun YouTube dengan jumlah pengikut banyak di
Indonesia akhir-akhir ini harus menjadi kewaspadaan," ungkap Mabruri.
Ia mengatakan, ada dugaan
akun-akun YouTube dengan pengikut besar di Indonesia tengah menjadi sasaran
hack dengan tujuan promosi dunia kripto dan sejenisnya.
Mabruri menyarankan agar Tim
Cyber penegak hukum ikut mencermati fenomena pengambilalihan akun YouTube milik
YouTube Indonesia termasuk teranyar milik PKS TV demi keamanan dunia siber
sehingga publik juga merasa aman dari tindakan kriminal siber yang tidak
bertanggungjawab.
"Pemerintah bisa bekerjasama
dengan YouTube maupun aplikasi OTP lainnya yang beroperasi di Indonesia untuk
benar-benar melindungi akun-akun resmi yang terverifikasi agar tidak menjadi
korban kejahatan siber. Jika akun-akun besar saja dengan mudah diambil alih
lalu bagaimana akun-akun milik masyarakat. Ini yang harus jadi perhatian
bersama," sebut dia.
0 Komentar