![]() |
| Ilustrasi optimis/dok.Wahyudi |
Oleh: Yosi Prastiwi
Bunyi motorku tiba-tiba grak-gruk seperti orang batuk. Aku curiga bensinnya habis. Aku mulai berpikir kritis.
Di gendongan depan ada bayi Syauqi, di jok belakang ada tubuh kecil Diponegoro. Kami baru pulang mengantar si kakak ke sekolah. Piye iki nek dorong motor berjamaah merga aku ora nggawa duit?
Bensin motorku habis betulan. Motorku berhenti di depan warung kelontong semi swalayan yang menjual bensin. Aku mikir lagi, mau pasang wajah memelas atau utang bensin dulu ya.
"Kembar ya?" Mamas-mamas di depan warung melihat dua anakku. Kayaknya sih yang punya warung.
"Enggak, ini kakaknya," Aku nunjuk Dipo.
"Oh, kirain kembar," Masnya berkomentar lagi. Di sebelahnya-mungkin istrinya, seorang perempuan muda dengan rambut sebahu menyapa anakku riang.
Aku turun dari motor sambil mikir cara bayar bensin. Aku meraba saku gamisku. Oi, aku bawa henpon. Apa aku ninggal henpon dulu? Kuraih henpon lalu inget kalo ada duit di akun salah satu marketplace. Saldo jualan jilbab yang belum kuambil.
"Mas, bensin saya habis tapi enggak bawa duit. Bisa bayar pake QRIS?"
"QRIS bisa. Pilih mau QRIS dana, ovo, atau shopee?" Mamas tadi memberikan ragam pilihan pembayaran.
Sambil menyelesaikan transaksi pembayaran, aku merenung. Sekarang aku ngerti kenapa Allah takdirkan pembeli di shopee kemarin tak kunjung klik terima meski jilbab sudah jauh hari diterima. Bahkan sampai terklik otomatis 'terima' dari shopee. Pencairan uang memang telat beberapa hari karenanya. Aku yang keburu butuh dari kemarin-kemarin jadi kesal menunggu uang jualan cair. Tapi pagi ini kusyukuri keterlambatannya. Bensinku bisa dibayar. Masalahku selesai.
Maka benar apa yang diriwayatkan Al Hikam agar kita senantiasa berbaik sangka pada setiap ketetapan Allah. Jika kita tidak bisa berprasangka baik pada Allah sebab sifat-sifat Allah yang baik, maka berprasangka baiklah pada Allah karena segala karunia-Nya. Bahkan penundaan, keterlambatan, atau sesuatu yang Allah belum berikan saat kita pinta meskipun hak kita adalah kebaikan.
Sebagaimana yang Allah firmankan dalam Qur'an surat Al Baqarah ayat 216.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui,"
Alangkah luasnya karunia Allah di muka bumi dan terbatasnya rasa syukur kita. Apa-apa maunya dituruti. Semua doa penginnya langsung diijabah. Padahal Allah Yang Maha Mengetahui paling tahu apa yang terbaik bagi kita. Tapi sifat manusia selalu dekat dengan terburu-buru.
Situasi buruk memang tidak nyaman. Tapi Allah menjanjikan pahala kesabaran di dalamnya. Tidak ada ujian melainkan Allah karuniakan kebaikan.
Hei kamu, mari lanjutkan hidup dan terus berjuang. Optimis sampai finish di jalan Allah.


0 Komentar