oleh: R. Irwan Waji
Alhamdulillah sekian lamanya kita terus mendapatkan berita baik dan hiburan politik karena PKS terus mengalami eskalasi peningkatan elektoral. Artinya bahwa apresiasi masyarakat terus mengalami perbaikan dan peningkatan.
Seiring dengan terus mendekatnya Pemilu 2024 dinamika politik terus mengalami peningkatan suhu pula. Strategi dan taktik serta senjata andalan secara perlahan dan pasti sedikit demi sedikit dikeluarkan dari gudang penyimpanan para pemain baik yang ada di depan layar maupun yang di belakang layar.
Dua atau tiga hari belakangan ini bagai awan yang sedang berganti warna. Sinar mentari yang perkasa perlahan berganti awan pembawa hujan izin lewat. Berkah tak selamanya harus berbalut ceria
"Tak disangka meskipun tetap menyisakan ruang sempit untuk sesuatu yang tak terduga, bangkai yang sudah menjadi sampah itu ternyata mendapatkan tempat di hati rezim."
"Kemenangan memang tak akan mungkin sempurna meski kebenaran yang kita usung."
Buku tebal itu, kembali menyadarkan saya tentang semua ini. Mengapa kemenangan itu tak akan sempurna?
Pertama, karena di dunia ini memang sudah ditakdirkan oleh Allah sebegitu adanya, tak sempurna dan tak kekal, berlaku hukum siklus dan pergantian. Kita diminta menyempurnakan respon (amal) tapi tidak diperkenankan mengendalikan hasil (konsekuensi) karena posisi kita hanya sebagai hamba (pelaksana kebijakan) bukan pemilik yang sesungguhnya.
Kedua, kemenangan itu tak akan pernah sempurna agar kita tidak berhenti mencari peluang amal, rela atau terpaksa. Itulah sebabnya mengapa Ali bin Abi Thalib Ra menjadikan sifat qona'ah terhadap hal yang sedikit itu karena ini adalah isyarat agar para Muttaqin itu tak tinggal diam dan segera mengambil peran signifikan tatkala para awwam tertutup daya inovasi dan kreativitasnya.
Ketiga, dulu saya menganggap bahwa ketika dakwah ini mencapai puncak kemenangannya maka kita sudah terbebas dengan berbagai ujian, rintangan atau kedengkian. Saat itu kita pasti bisa istirahat menikmati kopi favorit dan jenis menu kesukaan di tempat yang paling enak.
Oh, ternyata tidak. Sebab setiap ada kesuksesan yang muncul pasti ada kedengkian yang juga bertumbuh subur di satu sisi. Syetan dan munafiqun semakin gusar dan tak mungkin tinggal diam.
Akhirnya, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa jika kemenangan yang kita cita-citakan itu memang harus dipersembahkan hanya kepada Allah sehingga tatkala kemenangan besar itu datang dipastikan banyak celah yang bisa menjadi jalan pintas menuju kebocoran yang lebih besar yang tak mungkin sanggup kita menjaga semuanya.
Karena itu, mempersiapkan kemenangan tidak lebih penting daripada mempersiapkan maintenance kemenangan itu. Karena boleh jadi kemenangan itu ditunda karena kita dianggap oleh Allah belum siap merawat kemenangan itu jika datang nantinya.
Wallahu a'lam.


0 Komentar