Oleh: Andi S
Subuh hari ini adalah subuh yang menyedihkan sekaligus juga subuh yang penuh rasa syukur.
Menyedihkan karena subuh ini kami sholat subuh di masjid sebuah perkampungan yang sedang bersedih, terkena dampak gempa cukup berat dan dari 5 (lima) jama'ah sholat subuh itu 4 orangnya adalah kami para Relawan PKS yang hadir ikut membantu menyalurkan bantuan kemanusiaan. Kami di imami seorang warga lokal yang setelah sholat kami ajak berdialog, ternyata beliau Lulusan Pesantren. (Terima kasih Pesantren).
Subuh ini penuh rasa syukur karena Alloh begitu menyayangi kami. Dalam kelelahan yang begitu berat, setelah sampai dini hari menyalurkan bantuan kemanusiaan Alloh masih membangun kan kami dengan Lantunan Adzan milik-Nya yang pagi itu terasa lebih merdu.
Alloh meringankan langkah langkah kaki kami ini untuk menuju Masjidnya yang Mulia untuk Sholat Berjama'ah Subuh yang ditemani suara alam begitu merdu.
Terima kasih ya Alloh, Rabb Semesta Alam
Sebelum berangkat ke Cianjur untuk menyalurkan bantuan, kami berkumpul di posko dan mendapat pencerahan dari seorang ustadz bahwa gempa itu bukan karena lempengan ini dan itu. Tapi gempa itu adalah peringatan Alloh atas kemaksiatan dan kelalaian yang kita perbuat. Dalam Al-Quran setidaknya ada 4 ayat yang menjelaskan tentang relasi antara gempa dengan kemaksiatan.
Berhubung pagi ini kami perlu segera berkoordinasi lagi untuk aksi-aksi hari ini, jadi kesimpulan kami solusi dari gempa adalah TAUBAT.


0 Komentar