Oleh: Erwyn Kurniawan
Pemerhati Sepakbola
Dunia sepakbola gaduh. Argentina tumbang dari Arab Saudi di laga perdana Grup C Piala Dunia 2022 di Qatar. Tak ada yang menduga sama sekali. Justru banyak yang memprediksi Lionel Messi dan kawan-kawan akan membobol gawang Arab Saudi berkali-kali.
Unggul lebih dulu lewat tendangan penalti Messi, keyakinan Tim Tango menghancurkan lawan semakin menguat. Kepercayaan diri over dosis seiring dengan sikap memandang remeh.
Alih-alih melumat Arab Saudi, Argentina justru dijadikan ajang comeback sempurna. Dua gol dilesakkan ke gawang Emiliano Martinez dan kedudukan 2-1 bertahan untuk kemenangan Arab Saudi.
Messi dan rekan-rekannya tertunduk lesu. Para suporter sedih. Sebaliknya, pemain Arab Saudi sujud syukur dan bergembira. Raja Salman bahkan menjadikan Rabu ini sebagai Hari Libur Nasional kepada rakyatnya.
Apakah Messi dan kawan-kawan akan pulang lebih cepat? Masih ada dua pertandingan. Tapi melawan dua tim tangguh: Meksiko dan Polandia. Namun ada jejak sejarah yang bisa membuat Argentina optimistis. Pada Piala Dunia 1990 di Italia, Argentina yang masih diperkuat Maradona dan sebagai juara bertahan tumbang di laga pembuka oleh Kamerun. Tapi mereka tetap mampu maju ke final. Sementara itu, pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, ada Spanyol yang kandas di laga awal dari Swiss. Namun setelah itu Xavi cs menjadi juara dunia setelah mengandalkan Belanda di final.
Apakah jejak itu bisa diikuti Messi dan tim? Kita akan lihat nanti. Jika kembali kalah, maka jutaan rakyat Argentina pasti akan menangis. Sebab tim mereka berstatus sebagai favorit juara dan ini bisa jadi Piala Dunia terakhir sosok idola mereka, yakni Messi.
Don't Cry for Me, Argentina...


0 Komentar