Oleh: Kang Mul
Mungkin banyak ilmu dan teori psikologi serta ilmu parenting tentang bagaimana cara membangun kedekatan dengan anak-anak kita. Tapi saya awam soal ilmu itu.
Buat saya sederhana, kebersamaan dengan mereka adalah sesuatu yang harus di nikmati bersama, senang, susah, marah, berantem, rewel, terkadang nurut, terkadang susah di mintain tolong, terkadang nyebelin, tapi suatu ketika memberikan kejutan untuk ayah dan ibunya dengan prestasi yang membanggakan atau sekedar melakukan pekerjaan rumah tanpa disuruh dan hal mengasyikkan lainnya. Intinya lebih banyak bahagianya bersama dengan mereka.
Kegiatan-kegiatan bersama mesti kita biasakan sejak mereka masih bayi, memandikan sampai memakaikan baju, menyiapkan makan, menyetrika bajunya, mengantarkan ke sekolah, main bola dan lain-lain, harus dinikmati bersama.
Saat remaja harus dikawal dengan pendekatan dunia remaja jaman now (sekarang), bukan dengan cara jaman kita dulu, nggak bakal nyambung, karena sekarang jamannya internet, sementara jaman kita dulu jaman film Flash Gordon, Jaman film layar tancap Barry Prima , jaman nonton TV sekampung rame-rame dan sekarang jamannya K-Pop Korea, 1 anak 1 gadget, makanya pendekatan harus disesuaikan.
Jika kedekatan itu di biasakan sejak kecil dengan kegiatan-kegiatan yang sederhana, maka saat mereka remaja dan bahkan dewasa dg sendirinya mereka akan dekat dengan kita, terutama sang ayah, sesibuk apapun ayah, harus mengagendakan waktu bersama dengan anak-anak, apalagi anak perempuan, karena cinta pertama anak perempuan adalah ayahnya.
So, para ayah dekati anakmu dengan hatimu bukan uangmu apalagi tatapan marahmu, karena anakmu adalah permata yang harus dijaga sampai ke Surga.
Selamat Hari Ayah


0 Komentar