![]() |
| Ilustrasi emak-emak paruh baya dari Creativa Image |
Oleh : Erry Krisdwianti
Mana mungkin, Mak.
Usia sudah setengah abad.
Mungkin saja.
Pasti mungkin. Yakin. Bismillah.
Emang kenapa ngotot pingin jadi santri?
Entahlah. Karena jadi santri pun belum pernah. Boro-boro. Sampai sekarang masih diberi nikmat jadi orang Islam pun sudah bersyukur banget.
Secara...
Bekal agama hampir tidak ada. Nyaris nol. Dan saya mencari sendiri. Dengan ijin Allah, tentu saja.
Tapi itulah takdir terbaik.
Jalan hidup yang dituliskanNya pasti yang terbaik.
Hanya sering kita sulit mencernanya. Mungkin dosa kita menyulitkan hikmah-hikmah tersadarkan di dada kita. Atau masih nafsu yang dominan. Atau kebodohan dan kesombongan yang menghalangi hadirnya hidayah.
Entahlah. Wallahu a'lam.
Maka mimpi menjadi santri itu begitu kuatnya.
Ingin merasakan suasana pesantren yang sibuk dengan ibadah. Sibuk dengan Al-Qur'an. Sibuk dengan dzikrullah. Sibuk dengan amalan-amalan.
Bersama para alim ulama yang membimbing dan memberikan ilmunya. Bersama para sahabat dan saudara yang senantiasa menguatkan.
Di lingkungan yang berikhtiar menjaga untuk selalu di jalan kebaikan. Menjauhi kemaksiatan.
Yaa Rabb...
Betapa indahnya. Betapa rindunya.
Kalaulah di lingkungan itu masih ada kekurangan dan terkadang kekhilafan, itu biasa. Lumrah. Karena kesempurnaan milik Allah semata.
Duhai Penguasa Semesta...
Ijinkan mimpi ini menjadi nyata....


0 Komentar