Kala Saudara Berbuat Salah

PKSFoto/Lela_Nur


oleh: R. Irwan Waji 

Kaderisasi DPW PKS Sulsel


Seorang sahabat berkali-kali dihukum karena meminum minuman keras. Namun tatkala ada sahabat yang melaknatnya maka Rasulullah ï·º bersabda: 


"Jangan kau caci maki dia demi Allah engkau tidak tahu bahwa ia mencintai Allah dan rasulnya." (HR Bukhari)


Ada wilayah keislaman yang harus kita tetap pelihara hak-haknya sehingga ukhuwah itu tetap indah dan bisa dinikmati dalam situasi apapun. 


Rasulullah ï·º tentu tidak bermaksud membela sang pendosa, tetapi Rasulullah ï·º mengetahui persis keadaan sahabat yang baru masuk Islam tersebut, dimana kekuatan keimanannya tentu belum sekuat sahabat yang sudah lama beriman. 


Dalam buku Mizan al-'Amal, Imam Ghazali menyebutkan tiga tingkatan manusia dalam melawan hawa nafsunya, salah satu diantaranya adalah orang yang senantiasa dalam pertarungan melawan hawa nafsu. Pada suatu kali ia menang dan pada kali yang lain ia kalah. Kalau maut merenggutnya dalam pertarungan ini, maka ia tergolong mati syahid, kata Imam Al Ghazali, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah ï·º: 


'Berjuanglah kamu melawan hawa nafsumu sebagaimana kamu berjuang melawan musuh-musuhmu.''

—-


Ketika kemaksiatan yang nampak didepan kita secara spontan mekanisme imaniyah kita bekerja. Ada perasaan tidak enak, tidak suka hingga perasaan benci. Namun demikian tidak berarti bahwa kita bebas saja mengungkapkan luapan emosi kita  atas nama melawan kemungkaran .  


Karena itu Rasulullah ï·º pernah melarang sahabat yang melaknat seorang sahabat yang lain karena ketahuan melakukan kesalahan yang berulang kali yakni meminum minuman keras. 


"Jangan kalian menjadi penolong setan atas saudara kalian" (HR Bukhari)


Jangan menjadi penolong setan atas saudaramu….


Luar biasa, tatkala melihat cela, keburukan, bahkan kemaksiatan yang dilakukan oleh saudara Muslim tetap saja hak² persaudaraan itu ditegakkan dengan adil, bijaksana, tidak sampai tenggelam oleh emosi dan rasa benci yang bisa membuat saudara kita tersebut semakin terpuruk.   


Iman itu seperti tanah, ketika tanah itu subur maka kebaikan apapun mudah tumbuh diatasnya. Menemukan perspektif positif dan  konstruktif di tengah gelapnya pandangan kita merupakan karunia yang luar biasa dari suburnya iman.  


Bukankah itu lebih baik kalau kalian mendoakannya, memintakan ampunan dan menasehatinya, kata Rasulullah ï·º tatkala beliau memberikan arahan kepada sahabat agar tak kehilangan kreativitas dalam menolong saudara sesama muslim yang sedang terpuruk. 


Ketimbang melaknatnya, mencibirnya, mem'bully'nya, lalu kita tidak sadar  ternyata perbuatan dan sikap kita telah menyenangkan setan

Posting Komentar

0 Komentar