![]() |
| Ilustrasi (pexels.com) |
Tak susah untuk jadi pengabdi atau pelayan setan. Jangan dikira harus menyediakan sesaji dari kembang-kembangan sekian rupa, darah ayam yang punya bulu warna tertentu, dan sebagainya.
Cukup kita berikan apa yang setan mau, maka jadilah kita pelayan setan. Lalu apa yang makhluk itu inginkan? Tentu saja maksiat kepada Allah dan kesesatan. Agar mereka ada kawan di neraka. Agar sumpah raja mereka - yaitu Iblis - terwujud.
"(Iblis) menjawab, “Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.”" (QS Shad 82-83)
Ada lagi yang lebih mudah: yaitu hadirkan rasa takut kepada mereka. Karena itu akan membuat mereka merasa berarti, merasa memiliki kekuatan, dan mendapatkan peluang untuk mendikte manusia.
Itu yang terjadi pada orang-orang di jaman dahulu yang ketika mereka sedang dalam keadaan musafir dan melewati padang pasir yang sepi, rasa takut membuat mereka meminta perlindungan kepada setan. Rasa tersebut mengundang setan untuk memperbudak manusia dan menyeret kepada kesesatan.
"dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat." (QS Jin: 6)
Bahkan ketika kita menjadikan para setan itu kambing hitam atas keadaan yang buruk atau sial, sama saja menambah kekuatan mereka.
Seorang sahabat Rasulullah SAW pernah bercerita, "Ketika aku dibonceng Nabi SAW tiba-tiba unta beliau tergelincir, serta merta aku mengatakan, 'celakalah syetan'. Maka beliau bersabda : 'jangan kamu katakan, 'celakalah setan', sebab jika kamu katakan seperti itu maka setan akan membesar sebesar rumah dan dengan sombongnya setan akan berkata; 'itu terjadi karena kekuatanku'. Akan tetapi ucapkanlah bismillah, sebab jika engkau mengucapkan basmalah, setan akan mengecil hingga seukuran lalat," (HR Abu Dawud).
Rasa takut kepada mereka adalah awal runtuhnya pondasi aqidah. Salah satu makna Al Ilah (biasanya dalam terjemahan dua kalimat syahadat diartikan sebagai Tuhan) adalah Al Marhub, yaitu sesuatu yang sangat ditakuti. Tentu seorang muslim harusnya menyandarkan rasa takut hanya kepada Allah SWT.
"Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu. Dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu, dan takutlah kepada-Ku saja." (QS Al-Baqarah: 40).
Bila ada rasa takut kepada setan, maka posisi Allah sebagai Al-Ilah akan mendapat saingan. Jadi, begitu mudah bukan untuk melayani kesenangan setan?
Rasa Takut yang Terlatih
Lalu dari mana muncul rasa takut di hati manusia? Ada teori yang menyebutkan bahwa rasa takut datang karena manusia belajar.
Maksudnya begini, saya ambil contoh dua anak saya. Anak yang pertama, ketika ia baru bisa merangkak, ia pernah mengejar laba-laba. Namun ketika ia mulai tumbuh, ia banyak belajar dari rasa takutnya orang-orang, sehingga ia tidak lagi berani dengan laba-laba.
Atau anak kedua, masih pada usia belajar berjalan ia pernah menangkap laba-laba, bahkan hewan itu sampai mati ia jadikan mainan. (Kami orang tuanya saat itu tidak tahu dan terkejut ketika melihat apa yang terjadi.) Namun setelah agak besar, keberaniannya kepada hewan berkaki delapan itu hilang sebagaimana kakaknya.
Seth Norrholm, seorang neuroscientist translasi di Emory University menjelaskan, "Ini merupakan respon yang sama yang dimiliki oleh seorang anak ketika melihat dekorasi menyeramkan di pesta halloween. Semuanya berhubungan dengan konteks. Anak itu mungkin tidak tahu bahwa kerangka atau tengkorak adalah hal yang menakutkan, tetapi kita orang tuanya mengatakan secara berulang-ulang bahwa tengkorak sangat menyeramkan ia menjadi terpengaruh dan akhirnya beranggapan bahwa dekorasi tengkorak untuk pesta halloween sangat menyeramkan."
Ini menjadi wanti-wanti buat para orang tua untuk tidak menakut-nakuti anak dengan "momok", "hantu", atau kata lain. Jangan perkenalkan anak pada rasa ngeri yang tidak perlu.
Dari penjelasan di atas, maka sesungguhnya hiburan berupa cerita atau film seram itu adalah latihan bagi pemirsa untuk memunculkan rasa takut kepada makhluk yang tipu dayanya lemah.
Kalau ada film horror yang berjudul "Pelayan Setan", itu memang sarana buat penonton untuk berlatih memberikan hal yang disenangi setan, yaitu rasa takut.
Zico Alviandri


0 Komentar