Wajah PKS Dalam Perspektif Humas



Bincang hangat bersama dengan anggota Fraksi PKS DPR RI dapil Kabupaten Bogor, Fahmi Alaydroes, berlangsung akrab. Obrolan sore itu membuka cakrawala tentang kehumasan. Topik-topik yang sedang hangat, serta sikap partai PKS yang kerap mendapatkan dukungan pun penolakan, menjadi bahan percakapan yang menarik di sore itu.

 

“Pengelola humas perlu dewasa dalam menyikapi komentar warganet atau netizen,” ungkap Fahmi memantik pembicaraan.

 

Perbincangan santai itu berlangsung di aula DPD PKS Kabupaten Bogor, Kompleks Pemda Cibinong, (21/1/2022). Merunut pada pentingnya penyampaian pesan yang dinamis dari kerja-kerja PKS pada masyarakat luas, maka apa saja yang telah dilakukan oleh wakil rakyat yang dipilihnya, bagaimana sikapnya terhadap permasalahan-permasalahan aktual yang berkembang, juga, pembelaan terhadap kepentingan warga yang terabaikan harus sampai kepada masyarakat. Dan semuanya ini mengumpul menjadi satu dalam jalur humas PKS.

 

“Sebab itu peran humas perlu tampil memberikan informasi yang segar dan langsung bisa diakses oleh warga. Baik itu anggota partai, simpatisan maupun masyarakat luas yang ingin mengetahui apa yang anggota dewan PKS lakukan, pikirkan dan ucapkan. Jangan sampai kiprah wakil-wakilnya nyaris tak terdengar atau kurang menyerap aspirasi sehingga ada kesenjangan antara pemilih dengan wakil yang dipilihnya,” terang anggota komisi X DPR RI ini.

 

Kanal media sosial menjadi sarana yang efektif dalam mengabarkan kiprah PKS kepada khalayak, termasuk kiprah struktur, anggota dewan maupun anggota PKS. Dengan media sosial, PKS dapat menyapa audiens dengan lebih luas dan intens. Humas, dalam hal ini sebagai pengelola arus informasi, diharapkan mampu dengan tangkas menangkap peluang ini menjadi poin produktif.

 

“Konten-konten yang menarik, komunikasi yang lentur dan menjangkau pemirsa akan menambah kepercayaan masyarakat kepada PKS. Percakapan di media sekarang ini bahkan menjadi bahan pertimbangan orang maupun lembaga dalam mengambil keputusan di samping media arus utama yang selama menjadi perhatian, tentunya,” terang pria yang kerap disapa Habib Fahmi ini.

 

Menyikapi anggota PKS yang belum tergugah untuk turut menjadi penggiat humas, Fahmi memahami karena selama ini informasi masih disampaikan secara langsung. Pemanfaatan media sosial belum sepenuhnya digunakan dengan baik.

 

“Media sosial masih sebatas menambah pertemanan dan interaksi di dunia maya, belum betul-betul dimanfaatkan secara maksimal untuk menjangkau komunitas lebih luas. Dengan begitu, pesan-pesan dari PKS tidak berputar disekitar anggota saja, namun tersebar masif menjangkau berbagai lapisan warganet,” ungkapnya menutup pembicaraan hangat sore itu.

 

*) Humas DPD PKS Kabupaten Bogor,

 

Posting Komentar

0 Komentar