Sudah beberapa minggu ini, mungkin ada sebagian dari ibu-ibu rumah tangga yang agak pusing kepala. Barangkali juga pedagang gorengan, pabrik kerupuk rakyat, atau warung makan pinggir jalan, para pelaku usaha juga ikut sakit kepala. Mereka pusing bukan karena masuk angin. Mahalnya harga minyak goreng yang menjadi penyebabnya.
Sebetulnya bukan hanya minyak goreng saja yang harganya melambung naik. Tarif atau harga komoditas yang lain juga sudah lebih dulu ramai-ramai ikut naik roket. Sebagai contoh harga terigu dan BBM bersubsidi yang makin sulit dicari.
Di negeri ini, naiknya harga sembako biasanya terjadi menjelang hari raya keagamaan. Contohnya saat menjelang hari raya Idul Fitri, Idul Adha atau Natal. Dengan dalih yang terus diulang-ulang yaitu tingginya kebutuhan masyarakat, dijadikan kesempatan mengatrol harga.
Lalu, bagaimana jika tidak menjelang hari raya keagamaan, akan tetapi harga-harga terus merayap naik ?
Atas pertanyaan tersebut, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) PKS tidak merasa perlu menjawabnya dengan teori-teori ekonomi. Tidak juga dengan debat kusir mengenai kebijakan ekonomi yang lahir dari rahim para penentu kebijakan. Mereka hadir lewat program Rumah Keluarga Indonesia (RKI), menjawab dengan mengupayakan dan mengusahakan segala apa yang menjadi kebutuhan ibu-ibu rumah tangga tersebut.
Ketika ibu-ibu bingung untuk memenuhi kebutuhan bahan bacaan bagi putra-putrinya, perempuan penggerak RKI pun datang dengan membagikan buku secara gratis. Atau disaat ibu-ibu merasa perlu menambah keterampilan, mereka menyapa sambil memberikan pelatihan-pelatihan keterampilan yang bisa dijadikan peluang untuk berwiraswasta di rumah, sehingga dapat membantu ekonomi keluarga. Seperti itulah diantaranya cara PKS membangun Ketahanan Keluarga (KK), melalui enam program RKI sebagai bentuk pelayanannya kepada masyarakat.
Seperti halnya hari Jum'at 28 Januari 2022, Seksi Perempuan dan Ketahanan Keluarga (SPKK) DPC PKS Ciampea Kabupaten Bogor kembali hadir di tengah-tengah kaum ibu, dengan layanan bazaar minyak goreng. Dijual dengan harga empat puluh persen lebih murah dari pada harga di pasar, tentunya menjadi sedikit hiburan kepada ibu-ibu tersebut, karena mengurangi pengeluaran uang belanja mereka.
Sebetulnya jika disebutkan masih banyak lagi yang akan dilakukan ataupun sudah dilakukan oleh BPKK melalui program RKI nya dalam berkhidmat untuk rakyat. PKS menyadari, ketahanan keluarga adalah ketahanan rakyat. Ketahanan keluarga ataupun ketahanan rakyat, akan menjadi jembatan terwujudnya ketahanan nasional. Akhirnya apabila negara kuat, khususnya di bidang ekonomi, insya Allah rakyat akan hidup makmur dan sejahtera.
Akhir Januari 2022
DPRa Desa Benteng, Ciampea
Kabupaten Bogor

0 Komentar