Mahasiswi cantik itu hadir mengenakan pakaian serba hitam. Rambutnya yang terurai, membuat Stefani Veronika Talaru sempat menjadi pusat perhatian di lokasi vaksin yang digelar DPD PKS Kota Palu.
Stefani tidak sendiri. Ia hadir bersama sepuluh orang rekan kampusnya yang lain. Tiga diantaranya tak mengenakan jilbab karena seorang kristiani dan beragama hindu.
Agak ragu ia mengekor di belakang rekannya Ni Made Hindy Lacksmi, gadis hindu dengan jaket kampus yang merapat ke meja registrasi. Data mereka diperiksa, diberi nomor antrian dan diminta mengisi form vaksin dari Puskesmas Talise di kursi yang sudah disediakan panitia.
"Saya tahu ini dari teman saya, Mita. Jadi kami mendaftar. Soalnya selalu kehabisan vaksin di tempat lain," ucap mahasiswi kebidanan semester empat ini.
Dia mengatakan amat terkesan dengan PKS karena memberi kesempatan padanya dan beberapa rekan non muslim yang lain untuk ikut vaksin gratis dari PKS.
"Sangat mengesankan padahal kalau di lihat dari partainya, PKS kan partai berbasis Islam tetapi tidak membeda-bedakan antar umat beragama," ungkap Stefani.
Semula Stefani hanya memiliki sedikit pemahaman tentang PKS. Tidak pernah terpikirkan akan berinteraksi dengan kadernya apalagi sampai bertandang ke kantornya.
"Yang saya tahu PKS itu partai berbasis Islam dan berawal dari aktivitas dakwah tahun 1980-an," tuturnya.
Namun, informasi sederhana itu bertambah begitu selesai mengikuti vaksin bersama PKS. Apalagi menurut Stefani kegiatan vaksin di PKS berlangsung baik dan terarah. Ia melihat peserta vaksin yang datang tidak menumpuk apalagi berdesak-desakan.
"Pelayanannya sangat baik, petugasnya juga ramah-ramah ke kliennya," ujarnya.
Hal tersebut membuatnya semakin nyaman selama berada di kantor PKS. Stefani bahkan meminta ijin untuk foto di photobooth yang disediakan panitia.
#
Lila
Relawan Literasi PKS Sulteng


0 Komentar