Top Ad unit 728 × 90

Suami-Suami Telat Bandel


Suatu ketika saya menerima pesan whatsapp dari seorang ibu dengan sebuah pertanyaan unik: 

"Ustadzah, bagaimana cara menghadapi suami yang bandelnya telat?" 

Saya cermati pertanyaan tersebut berulang-ulang dan saya coba memahaminya pelan-pelan. Maksudnya mungkin suami bandelnya telat itu adalah suami yang waktu mudanya termasuk pria baik-baik, tidak pernah pacaran, sholih dan taat aturan. 

Hingga suatu ketika tergoda oleh perempuan ber-DNA pelakor atau meminjam istilah Ustadz Cah perempuan 'Virus" dan akhirnya terjatuh pada jurang perselingkuhan. Selingkuh loh ya, bukan menikah. 

Kejadian seperti ini mungkin saja ada terjadi dan istri tak tahu harus bagaimana. Sementara kita sepakat bahwa penyebab terjadinya perselingkuhan itu adalah kurangnya IMAN. 

Tidak sedikit istri yang tidak paham harus melakukan apa dan bagaimana menghadapi masalah seperti ini. Suami yang bandelnya telat pasti imannya lemah hingga mudah jatuh pada rayuan dan godaan perempuan virus tadi.  Oleh karena itu istri harus mampu mengimbangi pubertas yang terlambat tersebut. 

Intinya adalah KUATkan tali keharmonisan rumah tangga bukan sibuk mengurusi si virus tadi. Jika tali harmonis suami istri kuat maka dijamin tidak akan mampu diputuskan oleh siapapun. 

Berikut beberapa tips yang mungkin saja berguna untuk menghadapi suami-suami yang bandelnya telat tadi:

1. Perbaiki ibadah dan kuatkan hubungan dengan Allah serta lantunkan doa-doa agar rumah tangga kita terjaga dari gangguan syaithon. 

2. Jalankan kewajiban perintah Allah dan Rasul-Nya sebagai istri. Ini hal yang penting sebab banyak terjadi keretakan rumah tangga diakibatkan gagalnya istri taat pada suami.

3. Pahami psikologis suami jika mulai genit atau mulai cari masalah. Sebab istri adalah orang terdekat yang mampu mendeteksi sikap suami yang mulai berubah. 

4. Perbaiki penampilan. Ingat, virus-virus masa kini itu cantik-cantik, terawat dan pandai menggoda. Oleh karena itu istri harus berkaca diri dan pandai melayani suami. Istilahnya, diluar rumah seperti layaknya rahib-rahib yang alim tapi di depan suami layaknya penggoda tersebut  Menyitir perkataan Rasulallah SAW:

Sebaik-baik istri adalah yang menjaga diri lagi pandai membangkitkan syahwat. Yakni keras menjaga kehormatan kemaluannya, pandai membangkitkan syahwat suaminya

(HR. Dailami)

5. Jika terjadi perselingkuhan, jangan panik dan fokus pada perbaikan ruhiyah dan perbaiki komunikasi dengan suami. 

6. Jangan biarkan suami mendengar curhatan perempuan yg bukan mahrom. Ini sering terjadi dan menjadi modus para virus untuk bisa menggoda laki-laki beristri.

7. Poligami pada akhirnya bisa menjadi solusi agar suami terhindar dari murka Allah. Bab ini tentunya sangat berat. Oleh karena itu poligami dilakukan jika ada masalah. Masalah bisa bermacam-macam kan? 

Jangan cuma modal kalimat "Sunnah Rasul" sebab Sunnah Rasul kan banyak. Rasulallah itu monogami 10 tahun sampai Bunda Khadijah wafat. Itupun Rasulallah ditawarkan untuk menikah lagi karena cintanya yang begitu besar pada Bunda Khadijah RA.

8. Tawakal pada Allah. Mintalah solusi terbaik pada Sang Maha Kuasa. Insya Allah akan turun solusi dalam waktu cepat atau lambat. Kalau lambat bersabarlah dan kalau cepat alhamdulillah. Agar suami istri tidak saling menyakiti dan melakukan dosa yang terus menerus. 

Solusi yang saya paparkan itu sifatnya tentatif. Bisa cocok untuk sebagian orang atau bisa jadi tidak. Pastinya masih banyak solusi lain yang lebih baik dari pemikiran saya dan lebih ahli tentunya.

Semoga Allah senantiasa menjaga keutuhan rumah tangga kita dalam rangka ketaatan pada Allah SWT .. Aamin

#Kasus diatas berlaku juga pada istri yang telat bandel

#Warning: Tulisan ini bisa mengundang lemparan sapu, panci, piring, sendok dll

#Tips no 7 bisa mengundang komen emak-emak sedunia.

#Foto bisa membuat gelisah para jomblo

MOHON MAAF LAHIR BATHIN 
Ellina Supendy

Sumber : https://m.facebook.com/photo.php?fbid=10214830552338597&id=1269948003&set=a.3872273126538&source=48
Suami-Suami Telat Bandel Reviewed by fath on 7:24 PM Rating: 5

No comments:

Copyright © 2018. Blog PKS. All Rights Reserved
Blog ini dikelola oleh Relawan Literasi - Humas PKS

.

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.