Header Ads

Hanya Dapat Jatah Cawagub, Kemunduran PKS di Jawa Barat, Benarkah???



Enjang Anwar Sanusi*

Ada yang berpendapat dengan hanya mendapatkan jatah cawagub, baik itu koalisi dengan Demokrat maupun Gerindra, sebagai langkah mundur PKS di Jawa Barat. Benarkah demikian?

Pendapat ini dikemukakan kader PKS sendiri. Mereka yang sangat mengidolakan Fahri Hamzah. Jadi menarik, kini di PKS ada oposisi juga. :D

Pertanyaan saya adalah, memangnya sekarang PKS berkuasa di Jawa Barat? PKS sudah menjadi Maung Jabar?

Menurut saya belum. PKS di Jawa Barat belum menjadi Maung. PKS di Jawa Barat adalah kancil. Si cerdik pandai.

Menurut saya, ukuran penguasaan wilayah itu tidak dilihat dari kursi gubernur saja, tetapi juga kursi legislatif di gedung parlemen.

Untuk ukuran gubernur, PKS menguasai dan mendudukkan Ahmad Heryawan di Gedung Sate terhitung mulai tahun 2008. 

Pada 2008 itu, pilgub pertama di Jawa Barat. Masyarakat gak kenal gubernur petahananya Dani Setiawan, juga tak begitu tertarik dengan tokoh nasional Agum Gumelar.

Ahmad Heryawan-Dede Yusuf memang lebih sedap dipandang mata. Begitu komentar ibu-ibu saat saya pasang baliho besar di pedalaman Kabupaten Bekasi waktu itu.

Di Pilgub 2012 begitupun. Rieke Diah tak terlalu diterima, Dede Yusuf yang memisahkan diri dari Aher kurang mendapat tempat. Plus Deddy Mizwar yang mempesona.

Sedangkan di gedung DPRD Jawa Barat, pada pemilu 2014 lalu, PKS hanya menempatkan 12 kadernya dari 100 kursi. Masih kalah jauh dibawah PDIP dan Golkar. Hanya 12 persen mendukung total program-program Aher.

Bandingkan dengan saudara jauh PKS yaitu PKP (Partai Keadilan dan Pembangunan) di Turki sana.

Recep Tayeb Erdogan, berawal dari Walikota Istambul lalu Perdana Menteri Turki, lalu kini jadi presiden. Beliau didukung suara mayoritas di parlemen. Perolehan suara PKP diatas 50 persen.

Dengan dukungan parlemen yang sangat kuat, Erdogan lebih mudah membangun Turki. Tahun kemarin, kabarnya angka pertumbuhan ekonomi di Turki mencapai 12 persen. Dahsyat bukan main.

Pun begitu, dengan hanya memegang dukungan riil 12 persen di DPRD Jawa Barat, Aher mampu melakukan banyak sekali kemajuan. Ia piawai berkomunikasi. Nyaris tak terdengar konflik eksekutif legislatif di provinsi.

Keberhasilan Aher dibuktikan dengan berbagai penghargaan. Dari zaman presidennya SBY hingga Jokowi mengakui keberhasilan Aher memimpin Jawa Barat.

Terakhir, ia dinobatkan sebagai gubernur terbaik se Indonesia. Penghargaan diberikan langsung oleh menterinya Jokowi, Tjahjo Kumolo.

Mungkin karena berasal dari PKS yang berbasis Islam saja, jadinya keberhasilan Aher kurang diekspos media televisi nasional.

Masih ada yang takut kali, kalau Indonesia dipimpin orang PKS, Indonesia jadi maju kayak Turki. :D

Di Pilgub 2018 nanti, PKS hanya akan menempatkan kadernya sebagai calon wakil gubernur.

Bisa jadi ini mundur sedikit, konsentrasi merebut banyak kursi di DPRD di 2019, lalu untuk lompatan lebih tinggi di masa depan.

Bekasi, 25 Desember 2017

*Relawan Literasi Bekasi

No comments:

Powered by Blogger.