Header Ads

[Nasehat Ramadhan] Arrahmanirrahiim



(Oleh: H. Irsyad Safar, Lc, M.Ed) 

DIA YANG MAHA PENGASIH MAHA PENYAYANG

(الرحمن الرحيم)

Allah telah mensifati dirinya dengan dengan sifat kasih sayang dalam dua namaNya Yang Mulia, yaitu Ar Rahman dan Ar Rahim.

Ar Rahman adalah bentuk superlatif dari sifat penyayang. Maka Allah adalah sangat penyayang. Ar Rahim juga bentuk superlatif yang bermakna sama dengan Ar Rahman.

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa ada perbedaan antara Ar Rahman dengan Ar Rahim. Imam Ibnu Katsir mengutip perkataan Abu Ali Alfarisi bahwa Ar Rahman mencakup seluruh kasih sayang Allah. Baik kepada orang beriman maupun kepada orang kafir. Adapun Ar Rahim adalah kasih sayang khusus dari Allah untuk orang-orang beriman. Allah berfirman:

هو الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

Artinya: "Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman." (QS Al Ahzab: 43).

Ibnul Mubarak seorang senior tabiin menambah penjelasan tentang beda Ar Rahman dengan Ar Rahim: "Ar Rahman bila diminta akan Dia beri. Sedangkan Ar Rahim kalau tidak diminta, Dia akan marah". Lalu beliau mengutip hadits Imam Tarmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah:

 من لم يسأل الله يغضب عليه.

"Barang siapa yang tidak meminta kepada Allah, niscaya Dia akan marah kepadanya".

Imam Ibnu Jarir Ath Thabary juga menjelaskan bahwa rahmannya Allah lebih luas dari pada rahimNya. Karena kasih sayang Rahman mencakup seluruh makhluknya, di dunia dan di akhirat. Sedangkan rahimNya adalah kasih sayang khususNya untuk orang yang beriman.

Ar Rahman merupakan nama khusus Allah yang tidak boleh selainNya diberi nama tersebut. Dan Allah menyuruh hamba-hambaNya untuk berdoa menyeru Nama Allah atau Nama Ar Rahman:

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا

Artinya: Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu". (QS Al Isra: 110).

Karenanya, berdoa dengan kalimat Yaa Allah dan Yaa Ar Rahman merupakan bentuk doa yang diperintakan oleh Allah.

RahmanNya Allah adalah kasih sayangNya yang umum. Mulai dari penciptaan berbagai ragam makhluk, memberinya rezeki, menunjukinya hal-hal yang terkait dengan kemashlahatan umum dan berbagai hal untuk eksistensi hidup di dunia.

Adapun RahimNya Allah, merupakan kasih sayang khusus bagi orang yang beriman. Mencakup: bimbinganNya bagi para waliNya sehingga tetap di jalan kebenaran, cahaya iman yang Dia berikan kepada hambaNya, taufiq dan hidayahNya agar seorang hamba tetap dalam amal shaleh, dan terhindar dari perbuatan dosa.

Kehadiran bulan Ramadhan dengan segala kemuliaannya merupakan bentuk kasih sayang khusus dari Allah kepada orang-orang yang beriman. Dia kondisikan suasana, dibukakan pintu-pintu langit dan pintu-pintu sorga, ditutupNya pintu-pintu neraka, dan dibelenggu syetan dan jin pembangkang.

Beruntunglah orang-orang yang dapat ikut berlomba-lomba dalam kebaikan selama Ramadhan ini. Karena itu pertanda dia mendapat kasih sayang khusus dari Allah SWT.

Sebaliknya, bagi orang yang belum juga ikut serta dalam rangkaian amal shaleh selama ramadhan ini, maka itu merupakan pertanda kerugian yang nyata.

Anak-anak muda, para pemuda dan kaum remaja yang masih jauh dari rumah Allah disaat hari-hari yang kondusif ini, dikhawatirkan mereka belum tersentuh kasih sayang khusus dari Allah. Dan artinya  mereka belum berharap untuk masuk ke dalam salah satu kelompok yang dinaungi Allah pada hari qiyamat kelak, dimana pada hari itu tidak ada naungan kecuali naungan Allah. Yaitu (salah satu dari 7 golongan) pemuda yang hatinya terpaut dengan masjid. (Dari kandungan HR Bukhari Muslim).

Sedangkan orang-orang tua yang sudah melewati usia 60 tahun, sementara dia sehat wal afiat, namun selama ramadhan ini masih belum tertarik untuk memperbanyak ibadah serta amal akhirat, masih jauh dari masjid dan Al Quran, serta masih saja asyik dengan dunia dan dosa, maka (dikhawatirkan) dia termasuk orang yang sudah melewati batas toleransi dari Allah:

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: أعذر الله إلى امرئ أخر أجله حتى بلَّغه ستين سنة.

Artinya: "Allah memberi batas toleransi bagi seorang hamba sampai usia mencapai 60 tahun...". (HR Bukhari).

Ramadhan masih di awalnya, dan hari-harinya masih banyak. Mari sentuhkan diri dengan rahmat khusus dari Allah. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Kalau di ramadhan tidak bisa, niscaya diluar Ramadhan lebih tidak bisa.

Wallahu A'laa wa A'lam.

No comments:

Powered by Blogger.