Header Ads

Apa Tema Ramadan Kita?



Raji Luqya Maulah

Bulan mulia harus dipersiapkan dengan baik kedatangannya. Layaknya tamu agung yang datang setelah pergi sebelas bulan lamanya. Mari persiapkan dan sambut meriah kedatangannya. Marhaban ya Ramadan.
Menarik ingin saya sampaikan salah satu persiapan menyambut tamu agung ini. Tema. Apa tema ramadan kita kali ini? Boleh jadi sama atau boleh jadi berbeda dengan Ramadan tahun lalu, yang jelas kita harus pasang target Ramadan kali ini lebih baik dari sebelumnya. Namun jangan puas dulu, tidakkah kita sedih dengan mereka yang tak merasakan kehadiran Ramadan kecuali secara tiba-tiba? Lantas tema apa yang dia persiapkan? Bisa jadi Ramadan baginya hanya bertema puasa, tidak makan dan tidak minum di siang hari.
Sungguh malang bukan? Padahal Ramadan selalu datang dengan janji ketakwaan bagi siapa saja yang lulus darinya. Berlimpah-ruah keutamaan dan segala rahmat ampunan Allah di bulan ini. Lalu tidakkah kita haus untuk meneguk segala luapan nikmat itu? Atau boleh kita berkata, minimal satu dua teguk dari telaga keutamaan Ramadan kita ambil. Jangan sampai sia-sia, tertinggal, dan tak dapat apa-apa kecuali seperti yang disabdakan Baginda Nabi saw: Betapa banyak orang yang puasa tidak mendapatkan sedikitpun dari puasanya kecuali hanya lapar dan dahaga.
Olehnya, mari kita susun tema Ramadan kita. Ukir dan pajang besar-besar di hadapan ruh dan pikiran kita setidaknya selama satu bulan Ramadan. Moga-moga ia jadi motivasi dan pengingat kita agar tak tertinggal jatah keutamaan Ramadan.
Seperti apa tema Ramadan itu? Tak asing pastinya, kita sering mendengar Ramadan tak disebut Ramadan. Di antaranya Syahrus Shiyam (bulan puasa), Syahrul Quran (bulan Al-Quran), Syahrus Shobr (bulan kesabaran), Syahrul Maghfirah (bulan ampunan), Syahrul Qiyam (bulan qiyamullail/tahajjud), Syahrut Taubah (bulan taubat), Syahrus Shodaqah (bulan bersedekah), dan masih banyak lagi.
Ternyata Ramadan sejatinya begitu penuh dengan ketaatan, begitu padat dengan ibadah. Maka cobalah untuk menjadikan salah satu di antaranya unggulan selama bulan Ramadan. Contoh kita bisa jadikan taubat sebagai ibadah unggulan kita selama Ramadan. Tiada hari tanpa istighfar, dalam sehari kita targetkan minimal seribu kali istighfar. Taubat kita lebih dahsyat dari hari-hari di luar Ramadan, semakin hari semakin sering kita mengadu memelas ampunan kepada Allah. Hingga hari-hari Ramadan kita penuh dengan kalimat istighfar dan taubat. Subhanallah, indah betul. Maka Bulan Taubat dan Istighfar adalah tema Ramadan kita.
Atau Allah beri kita kelebihan harta. Targetkan tiada hari tanpa sedekah, nominalnya melebihi sedekah kita di hari-hari biasa. Semakin kita lalui hari di bulan Ramadan, semakin asyik kita bersedekah. Maka Bulan Bersedekah adalah tema Ramadan kita.

Tak boleh semalampun lewat tanpa shalat tahajjud minimal empat rakaat. Di sepuluh malam terakhir tak ada lagi waktu malam untuk tidur kecuali sedikit. Maka Bulan Tahajjud adalah tema Ramadan kita.
Sungguh indah kita lalui hari-hari Ramadan dengan tema Ramadan. Jadikan ia amal unggulan kita di Ramadan tahun ini, sesuai kapasitas dan kemampuan kita, "Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.." (At-Taghabun: 16)
Tapi ingat, ada orang yang selepas Ramadan, ia menjadi betul-betul kaya bergelimang pahala dan fadhilah. Siapa mereka? Orang-orang yang menjadikan segala jenis ibadah menjadi unggulannya di bulan Ramadan. Allah swt ridha terhadap mereka dan tanpa ragu memberian gelar takwa sesuai janjiNya. "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)
Mari tentukan tema Ramadan kita dan raih gelar takwa insya Allah.

No comments:

Powered by Blogger.