![]() |
Jenderal Setyo Sularso membuka Sekolah Politik BCAD PKS se-DIY di gedung DPTW PKS DIY/ dok. Mas Isna |
Oleh: Ratna Kushardjanti
Relawan Literasi PKS DIY
Ada yang menarik saat menghadiri agenda Launching dan Sekolah Politik Bakal Calon Anggota Dewan (BCAD) PKS se-Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahad (5/3/2023) pagi.
Bukan saja karena 250 orang BCAD PKS ini mendapatkan arahan langsung dari Presiden PKS Ahmad Syaikhu. Namun juga karena atmosfer optimis dan semangat memenangkan Pemilu yang dibangun bersama PKS.
Semangat ini salah satunya ditularkan oleh Letnan Jenderal (Purn) Setyo Sularso, salah satu jenderal purnawirawan yang dilantik menjadi Anggota Dewan Pakar PKS saat Rakernas pekan lalu.
Kehadiran beliau di acara pembukaan sekolah politik bagi BCAD PKS memberikan pencerahan dan pandangan baru di bidang politik.
Letjen (Purn) Setyo Sularso mengemukakan tentang sejarah perjuangan pejuang nusantarra sejak masih berbentuk kerajaan hingga menjadi negara kesatuan republik Indonesia.
![]() |
Berfoto bersama BCAD PKS se-DIY/dok. Mas Isna |
Misalnya cerita tentang Kertanegara, Raja Singasari yang saat itu memiliki pengaruh besar di Pulau Jawa dan menolak dan tidak mau tunduk ketika diinvasi oleh bangsa Mongol. Namun 30.000 tentara Mongol yang menyerbu ke tanah Jawa berakhir kalah. Saat penyerangan Mongol terjadi yang berjaya di Indonesia adalah Kerajaan Majapahit.
Invasi atau pendudukan negara asing ke Indonesia, mungkin tidak lagi berbentuk penjajahan secara langsung. Namun tidak menutup kemungkinan pendudukan itu dari aspek geopolitik dan ekonomi budayanya.
![]() |
Senyum optimis kemenangan PKS/ dok. Mas Isna |
Setyo Sularso berharap PKS bisa menjadi bagian yang menjaga NKRI. Mungkin kita tidak berkontribusi mendirikan negara ini namun masih ada kesempatan menjaga kedaulatan bangsa Indonesia.
Salah satu yang dilakukan PKS yaitu dengan memberikan dukungan kepada calon presiden Indonesia cucu seorang pejuang kemerdekaan, Anies Baswedan.
0 Komentar