Suatu Kehormatan Berjuang Bersama PKS



Oleh: Ahmad Zubair 


Banggakah kita menjadi bagian dari perjuangan politik PKS? Berjuang di ranah ini adalah suatu kehormatan. Dan kita senantiasa berusaha menjaga kehormatan itu. Tidak menggadaikannya demi rupiah.


Belajar dari Bapak Anwar Faruq


Saya bangga berjuang bersama salah seorang politisi PKS, Bapak Anwar Faruq. Beliau menang dengan dan terpilih sebagai Anggota Dewan tanpa bagi-bagi uang. Jika ada Anggota Dewan yang menang karena bagi-bagi uang, itu hal biasa. Sebaliknya, jika ada Anggota Dewan yang menang bukan karena bagi-bagi uang itu baru luar biasa! Itu sebuah kehormatan dan saya berharap kita berkomitmen untuk menjaga kehormatan itu. Saya juga kagum dengan seorang Anwar Faruq yang sebelumnya juga dikenal sebagai seorang aktivis buruh. 


Saya punya seorang teman. Nama beliau Dg Singara. Dulu di partai lain dan tidak memilih Bapak Anwar Faruq. Tapi selepas keduanya bertemu, beliau akhirnya komitmen ingin memilih Pak Anwar untuk DPRD Kota Makassar meski di level Propinsi masih memilih BCAD partai lain. 


Suatu hari, saya memasukkan seorang tokoh ke Grup WA. Dg Singara yang juga ada di dalam grup mempertanyakan mengapa yang bersangkutan dimasukkan. Orang tersebut Ikut Sana Ikut Sini (ISIS) dan seorang "pemain". Saya langsung paham maksudnya. Ini mengapa kita semua yang memegang Kartu Tanda Anggota (KTA) PKS harus menjaga komitmen agar tidak digelar dengan predikat kotor semacam itu. Mari bersama menjaga marwah dan harga diri partai yang kita cintai, PKS.


Keimanan adalah Modal Kemenangan


Salah satu faktor kemenangan adalah keimanan atau kedekatan kita dengan Allah. Serta kedekatan kita dengan masyarakat. Hal ini dicontohkan para pahlawan pendahulu. Seperti Muhammad Al Fatih yang menaklukkan Konstantinopel. Bukan karena mengandalkan kekuatan pasukan semata tapi karena kedekatannya dengan Allah. Al Fatih Butuh waktu lama untuk menaklukkan Konstantinopel. Dalam ikhtiarnya, beliau sholat malam dan menyuru pasukan untuk berpuasa. Akhirnya, setelah lebih 50 hari, Muhammad Al Fatih sukses mewujudkan misinya. Hal ini tidak terlepas dari kedekatan dengan Allah. 


Dalam konteks keindonesiaan, kita mengenal banyak pahlawan nasional yang menjadikan keimanan sebagai dasar perjuangan. Kita tentu mengenal Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, Cut Nyak Dien, Teuku Umar hingga Jenderal Sudirman. Semuanya menjadikan keimanan sebagai dasar perjuangan.


Penulis adalah Ketua DPC PKS Rappocini, Makassar Sulawesi Selatan

Posting Komentar

0 Komentar