Menyiapkan Hati Menyambut Bulan Suci

PKSFoto/Donny


Pintu untuk menggapai surga Allah sangat terbuka lebar pada Bulan Ramadhan. Di bulan ini pula, pintu-pintu neraka ditutup rapat-rapat oleh Allah. 


Dengan keistimewaan ini, sudah semestinya kita berlomba-lomba menggapai amal setinggi-tingginya agar menjadi pemenang kebaikan. Perlu diketahui, ada beberapa hal yang memang harus disiapkan. Setidaknya terdapat tiga hal yang seharusnya mulai disiapkan dari sekarang. Tiga hal tersebut ialah hati, ilmu, dan pembiasaan amal.

 

Hati

Menyiapkan hati dalam menyambut datangnya ramadhan dengan menganggap ramadhan kali ini adalah ramadhan yang terakhir bagi kita. Anggapan ini adalah cara agar kita bisa benar-benar menikmati setiap apapun nanti yang terjadi dalam perjalanan ramadhan nanti. Dengan seperti ini, kita akan berusaha semaksimal mungkin dalam beribadah dan beramal.

 

“Ya Allah, terima kasih. Saya diberikan kesempatan untuk menjemput kasih sayang Engkau. Bahagia rasanya apabila saya menjadi salah satu orang yang Engkau pilih. Saya tidak tahu, ramadhan yang akan datang masih ada atau tidak. Jangan-jangan ini adalah ramadhan yang terakhir bagi saya.”

 

Ilmu

Persiapan berikutnya adalah ILMU. Seringkali kita mendapatkan ilmu, tapi lupa mengamalkannya. Ramadhan mengajarkan kita berpuasa dengan ilmu. Tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tapi juga menjaga lisan dari kebohongan, telinga dari mendengar hal-hal buruk, dan mata dari melihat hal-hal yang tidak baik. Ramadahan meminta kita untuk jangan menyia-nyiakan kasih sayang Allah.

 

Amal

Menyiapkan amalan-amalan utama di Bulan Ramadhan latihannya dimulai dari sekarang. Hal ini membutuhkan tekad yang kuat dari diri kita. Memang kita diminta untuk serius dalam menyambut ramadhan. Jangan sampai sering mengkhatamkan qur’an di malam hari, tapi pagi dan siangnya tidak ada bekasnya. Maksudnya, tidak benar-benar menjaga apa yang sudah ditekadkan. Malamnya digunakan untuk tilawah, tapi pagi dan siangnya digunakan untuk ghibah. Yang seharusnya dilakukan adalah baik pagi maupun malam amalan-amalan kebaikan ini dijaga.


Dwi Agnes Setianingrum 

Posting Komentar

0 Komentar