Header Ads

Ibadah Sholat Sunnah Rawatib


Oleh: Afifah Nusaibah

Pembagian Ibadah dalam Islam

Didalam Islam terdapat ibadah-ibadah yang hukumnya wajib dan juga ibadah yang hukumnya sunnah. Ibadah sunnah, atau At Tathowwu' adalah ibadah yang dekat atau mengiringi ibadah wajib. Hal ini adalah agar ibadah sunnah tersebut bermanfaat sebagai pelengkap atau penyempurna ibadah wajib.

Kemudian at-tathowwu’ (ibadah sunnah) di dalam ibadah sholat yang paling utama adalah sholat sunnah rawatib. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa mengerjakannya dan tidak pernah sekalipun meninggalkannya dalam keadaan mukim (tidak bepergian jauh).

Sholat sunnah rawatib adalah sholat sunnah yang dikerjakan sebelum atau sesudah sholat fardhu. Rawatib sebelum sholat fardu dinamakan sholat sunnah qobliyah sedangkan setelah sholat fardu dinamakan sholat sunnah bakdiyah.

Landasan Pelaksanaan Sholat Sunnah Rawatib :


Dari riwayat Imam Ahmad dan penulis kitab Sunan yang empat dengan sanad yang hasan dari Ummu Habibah. Ia mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ

“Barangsiapa yang menjaga shalat qobliyah Zhuhur sebanyak empat raka’at dan ba’diyah Zhuhur empat raka’at, maka Allah mengharamkan baginya neraka.” Ini sungguh keutamaan yang amat besar.

Inilah macam-macam shalat sunnah rawatib dan hal ini disebutkan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ صَلَّى اثْنَتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِىَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang mengerjakan dua belas raka’at shalat sunnah rawatib sehari semalam, maka akan dibangunkan baginya suatu rumah di surga.” Hadits ini dikeluarkan oleh Muslim dari Ummu Habibah. Dikeluarkan pula oleh At Tirmidzi dengan sanad yang hasan dan ditambahkan dalam riwayat tersebut shalat sunnah rawatib empat raka’at sebelum Zhuhur, dua raka’at setelah Zhuhur, dua raka’at setelah Maghrib, dua raka’at setelah Isya’, dan dua raka’at sebelum Shubuh.

[Nur ‘Alad Darb, Syaikhh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz, kaset no. 64]

Jumlah Rakaat Sholat Rawatib

Jumlah sholat rawatib dalam sehari yang dianjurkan oleh Rasulullah adalah sebanyak 12 rakaat, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah :

"Aisyah radhiyallahu ‘anha, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau tidak pernah meninggalkan shalat empat raka’at sebelum Zhuhur, sebagaimana diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam kitab shahihnya. Maka yang lebih afdhol, hendaklah seorang mukmin dan mukminah mengerjakan shalat empat raka’at sebelum Zhuhur, setelah itu mengerjakan shalat rawatib dua raka’at setelah Zhuhur, sebagaimana dijelaskan dalam hadits ‘Aisyah yang telah disebutkan. Sedangkan jika ia mengerjakan shalat rawatib empat raka’at sebelum Zhuhur dan empat raka’at sesudah Zhuhur, itu lebih afdhol lagi."

Telah disebutkan diawal tadi bahwasanya adanya syariat ibadah sholat sunnah rawatib adalah untuk menyempurnakan sholat fardu. Karena bisa jadi dalam sholat fardu ada beberapa kekurangan yang kita lakukan, seperti kurangnya kekhusyuan, atau tersingkapnya sedikit aurot dan lain-lain.
Dengan melaksanakan sholat sunnah sebelum atau sesudah sholat fardu, maka atas izin Allah semakin sempurnalah ibadah wajib yang telah kita laksanakan tersebut.

Dimanakah sebaiknya kita melaksanakan sholat sunnah rawatib?


Dari Ibnu Umar radiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Lakukanlah di rumah-rumah kalian dari sholat-sholat dan jangan jadikan rumah kalian bagai kuburan“. (HR. Bukhori no. 1187, Muslim no. 777)

As-Syaikh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah berkata: “Sudah selayaknya bagi seseorang untuk mengerjakan sholat rawatib di rumahnya. meskipun di Mekkah dan Madinah sekalipun maka lebih utama dikerjakan dirumah dari pada di masjid Al-Haram maupun masjid An-Nabawi; karena saat Nabi shallallahu a’alihi wasallam bersabda sementara beliau berada di Madinah. Ironisnya manusia sekarang lebih mengutamakan melakukan sholat sunnah rawatib di masjidil haram, dan ini termasuk bagian dari kebodohan”. (Syarh Riyadhus Sholihin, 3/295)

Dari pendapat diatas dapat kita simpulkan bahwa sebaiknya sholat sunnah dilaksanakan di rumah. Hal ini bermanfaat untuk menghidupkan rumah dan memberikan suasana yang nyaman dengan ibadah sholat sunnah tersebut.

Diantara beberapa sholat sunnah rawatib, sholat sunnah qobliyah subuh adalah yang paling utama. Didalam hadits disebutkan bahwa sholat sunnah sebelum subuh lebih baik dari pada dunia dan seisinya.

Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya baik ketika mukim (tidak berpegian) maupun dalam keadaan safar.

Surat yang Dibaca Saat Sholat Rawatib


Lalu surat apakah yang hendaknya dibaca saat mendirikan sholat sunnah rawatib? Dari Ibnu Mas'ud, bahwasanya beliau mendengar Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam kerap kali membaca surat Al Kafirun dan Al Ikhlas.

Namun kita tetap diperbolehkan membaca surat yang lainnya.

No comments:

Powered by Blogger.