Header Ads

Seribu Hari Pertama



Oleh: Irwan Prayitno
Gubernur Sumatera Barat

Istilah 1.000 hari pertama, adalah istilah yang biasa digunakan dalam bidang kesehatan dan pengasuhan anak, yang artinya 1.000 hari kehidupan anak, periode percepatan tumbuh kembang mulai sejak menjadi janin hingga sang anak berusia kurang lebih 2 tahun.

Istilah ini lebih dulu dikenalkan oleh Islam, melalui Firman Allah

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". (Q.S. Al Ahqaf ayat 15)

Disebutkan dalam Firman Allah swt tersebut, mengandung sampai menyapih itu selama 30 bulan, yang jika dikonversi kurang lebih sejumlah 1.000 hari.

Fase ini, sangat diperlukan kerja sama yang baik antara suami istri. Karena, beratnya hari-hari yang dialami istri selama 1.000 hari pertama ini, meminta para suami untuk ikut memperhatikan kebutuhan sang istri, baik kebutuhan nutrisi agar ibu dan anaknya sehat, juga kebutuhan rasa aman, nyaman, tenang yang akan berpengaruh kepada psikologis ibu selama periode kehamilan hingga selesainya proses menyusui yang dianjurkan selama 2 tahun.

Firman Allah SWT mengenai hal ini

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ 

"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf" (Q.S. Al Baqarah 233)

Diperintahkan oleh Allah, kepada seorang suami untuk memberikan makan dan pakaian (dalam hal ini diartikan sebagai kesejahteraan dan kenyamanan), agar sang istri mampu menuntaskan periode menyusuinya secara sempurna.

Fase ini fase kritis, yang menentukan masa depan seorang anak, baik secara kesehatannya, intelektualnya, hingga mentalitasnya. Jadi seorang ayah dan bundanya, tidak boleh tidak peduli pada tahapan penting ini.

Allah firmankan hal sedetil itu, berarti sangat penting untuk kita bisa ikhtiarkan, walau tidak menjadi dosa jika ada udzur dari istri untuk menyempurnakannya. Jadi hal ini tidak boleh pula menjadi polemik bagi yang tidak mampu, karena polemik justru akan menggangu proses pembinaan sang anak, karena tekanan batin yang diterima orang tuanya, dalam hal ini terutama sang ibu.

Sesaat setelah bayi dilahirkan, sang ayah disyariatkan untuk segera mengadzani di telinga kanan dan mengiqamahkan di telinga kiri pada anaknya yang baru lahir. Hal ini bertujuan agar kalimat yang pertama kali didengar sang bayi adalah kalimat thayyibah dan dijauhkan dari segala gangguan setan yang terkutuk. Amalan ini haditsnya dhaif, namun sebagian ulama membolehkan memperdengarkan kalimat tauhid bagi bayi yang baru lahir, sebagai bagian dari tarbiyatul 'aulad, pendidikan ketauhidan bagi sang anak

Kontak batin yang positif antara ibu dan anak, sangat berarti untuk setiap suami istri memperhatikan hal tersebut.Sang anak sangat membutuhkan rasa aman, nyaman, rasa hangat dalam dekapan ibunya saat menyusui, maka akan berimbas kepada mentalitas pertumbuhan anak yang baik. Anak akan menjadi anak yang percaya diri, tidak mudah cemas, tidak penakut dan sebagainya.

Dalam dunia psikologi, seorang ayah pun diminta untuk berkomunikasi verbal dengan sang anak diperiode ini. Secara Islam, seorang ayah dan juga ibu, bisa melantunkan tilawah Al Qur'an di dekat sang anak. Walaupun sang anak sedang menyusui atau sedang tidur, gelombang positif yang muncul di sekitar sang anak, akan tetap berpengaruh kepada sang anak.  Bisa pula diajak membaca buku, dibacakan doa-doa, dan banyak bentuk komunikasi verbal dilakukan dalam periode 1.000 hari pertama, dan fase setelahnya.

Sebagaimana hadits Rosulullah SAW; Dari Abu Musa radhiyallahu 'anhu, beliau mengatakan, “ketika anaku lahir, aku membawanya ke hadapan Nabi SAW. Beliau memberi nama bayiku Ibrahim dan men-tahnik dengan kurma lalu mendo’akan dengan keberkahan. Kemudian beliau kembalikan kepadaku” [HR. Bukhari dan Muslim]

Dalam sebuah riwayat, disebutkan bahwa proses pengasuhan bayi ini, harus senantiasa kita lakukan bukan hanya karena kewajiban kepada anak, tapi akan lebih bermanfaat jika diniatkan untuk beribadah, menjalankan perintah Allah dengan ikhlas sebagai hambanya.

Amru bin Abdullah pernah berkata kepada isteri yang menyusui bayinya, “Janganlah engkau menyusui anakmu seperti hewan yang menyusui anaknya karena didorong kasih sayangnya kepada anak. Akan tetapi susuilah dengan niat mengharap pahala dari Allah dan agar ia hidup melalui susuanmu itu. Mudah-mudahan ia kelak akan bertauhid kepada Allah Subhanahuwata’ala.”

Bagi seorang ayah (dan juga ibu), hindarilah merokok dekat sang anak, dan juga di dekat istri saat istri dalam periode kehamilan dan menyusui. Anak dan ibu, sebagai perokok pasif (yang menghisap asap rokok yang dihasilkan), dalam banyak riset di dunia kedokteran, akan mendapat efek yang jauh lebih berbahaya dari yang merokok tersebut. Sang ayah juga harus siap mengingatkan orang lain yang sedang di sekitar anak dan ibu.

InsyaAllah, jika seorang ayah dan ibu, betul-betul memperhatikan dan melaksanakan tuntunan perawatan dan pembinaan anak yang disebutkan di atas, Allah akan berikan kita anak yang shalih shalihah, anak yang sehat, anak yang memberikan kebahagiaan kepada orang tuanya, dan yang akan merawat kita di hari tua kita nanti.

Amin amin ya rabbal 'alamiin. Wallahu a'lam bishshawab
=====================================
Lebih lengkap dengan ceramah saya di sesi lainnya, bisa disimak di Youtube Channel saya :
https://www.youtube.com/channel/UCGqEXhMnrrMokTHYt_0XMhw

No comments:

Powered by Blogger.